Bimtek KIM Kabupaten Malang: Dewi Yuhana Dorong KIM Aktif Ciptakan Konten
- Apr 28, 2025
- Abdilla Mahardika
- INFO PEMERINTAHAN , EDUKASI DAN LITERASI
Kepanjen, 28 April 2025 — Semangat untuk menjadi kreator konten lokal yang aktif mengelola informasi desa digaungkan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang berlangsung di Ruang Rapat Panji Pulang Jiwo, Pendopo Kabupaten Malang, pada Senin, 28 April 2025.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh perwakilan KIM baru dari 50 desa se-Kabupaten Malang ini, Dewi Yuhana atau yang akrab disapa Ibu Hana, hadir sebagai narasumber utama. Dengan penuh antusias, beliau mendorong para peserta untuk tidak menunggu momentum, tetapi segera bertindak dan menciptakan konten dari potensi yang ada di desa masing-masing.
"Ciptakan konten, jangan menunggu," tegas Dewi Yuhana di hadapan para peserta. Ia menekankan bahwa menjadi kreator konten tidak harus menunggu alat yang canggih atau momen yang luar biasa. Setiap kegiatan, potensi, dan kehidupan sehari-hari di desa bisa menjadi bahan konten yang menarik jika dikemas dengan kreatif.
Dalam paparannya, Ibu Hana membagikan tips praktis tentang bagaimana mengelola akun media sosial desa secara efektif. Salah satu kiat penting yang dibagikan adalah pentingnya membuat konten plan atau perencanaan konten. Dengan adanya konten plan, pengelola akun tidak akan kehabisan ide, bisa menjaga konsistensi, serta mewujudkan prinsip one day one post — satu hari satu postingan.
"Perencanaan itu kunci. Dengan membuat daftar ide konten untuk seminggu atau sebulan, kita bisa tetap aktif dan menjaga keterlibatan audiens di media sosial desa kita," jelasnya.
KIM Kabupaten Malang saat ini memang sedang dalam masa pertumbuhan pesat. Sebagai ujung tombak desa dalam bidang informasi, KIM diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah desa dengan masyarakat, terutama dalam menyebarluaskan berbagai informasi penting dan positif.
Melalui pelatihan seperti ini, KIM diharapkan mampu mengelola media sosialnya dengan lebih profesional, mengangkat potensi lokal, mempublikasikan prestasi desa, serta menjadi corong edukasi dan pemberdayaan masyarakat di era digital.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta saling berbagi ide dan pengalaman dalam mengelola informasi desa, membangun optimisme bahwa desa-desa di Kabupaten Malang siap bersaing di dunia digital.
_____________