GUGUR GUNUNG WARGA DUSUN KRAJAN DI TPU DILAKSANAKAN SECARA BERGILIRAN
- Feb 18, 2025
- FATCHURRAHMAN
- SOSIAL KEMASYARAKATAN
Jambangan, 17 Februari 2025
Jambangan – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Desa Jambangan menggelar kegiatan kerja bakti atau yang dikenal dengan istilah "Gugur Gunung" di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Kegiatan ini dilakukan secara bergilir oleh warga dari setiap Rukun Warga (RW) mulai dari RW 01 hingga RW 06.
Kegiatan yang sudah menjadi tradisi tahunan ini bertujuan untuk membersihkan area pemakaman agar terlihat lebih rapi dan nyaman bagi para peziarah, terutama menjelang bulan puasa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan antarwarga.
Bapak Jumar, selaku Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Jambangan, ditunjuk sebagai pemimpin dalam kegiatan ini. Ia didampingi oleh Kepala Dusun Krajan, Bapak Bais Sudarmoko, yang turut serta mengawasi jalannya kerja bakti.
"Kami sudah menentukan titik-titik yang akan dibersihkan untuk setiap RW. Dengan sistem ini, diharapkan pekerjaan bisa lebih terstruktur dan merata sehingga seluruh area pemakaman bisa bersih secara menyeluruh," ujar Bapak Jumar.
Menurut jadwal yang telah disusun, warga dari RW 01 mendapat giliran pertama untuk membersihkan area yang telah ditentukan, disusul oleh RW 02 keesokan harinya, dan seterusnya hingga RW 06. Setiap warga berpartisipasi dalam membersihkan rumput liar, memangkas ranting pohon, mengangkat sampah, serta merapikan jalan setapak di sekitar makam.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga. Pak Fathurrahman selaku Modin Krajan, mengatakan bahwa kerja bakti seperti ini bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial di antara warga.
"Ini bukan sekadar membersihkan makam, tetapi juga wujud penghormatan kita kepada leluhur. Selain itu, dengan gotong royong seperti ini, rasa kebersamaan semakin kuat," ungkapnya.
Antusiasme warga juga terlihat dari keterlibatan mereka yang datang dengan peralatan kebersihan masing-masing, seperti sabit, cangkul, dan sapu. Tak hanya bapak-bapak, ibu-ibu pun turut berpartisipasi dalam membersihkan area sekitar makam.
Pemerintah desa berharap tradisi kerja bakti ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari budaya gotong royong yang sudah lama mengakar di masyarakat. Selain itu, kebersihan TPU juga menjadi tanggung jawab bersama agar tetap terjaga sepanjang tahun.
Dengan selesainya kegiatan ini sebelum bulan Ramadan, warga dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang, tanpa khawatir kondisi makam keluarga mereka dalam keadaan kurang terawat. Kerja bakti ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan sekitar adalah hal yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.