Hoaks Menkeu Purbaya Usul MBG Diuangkan: Klarifikasi Isu Penarikan Anggaran Makanan Bergizi Gratis dan Pentingnya Literasi Informasi Publik

  • Dec 24, 2025
  • Abdilla Mahardika
  • EDUKASI DAN LITERASI

Klarifikasi Isu Penarikan Anggaran Makanan Bergizi Gratis dan Pentingnya Literasi Informasi Publik

Belakangan ini beredar sebuah unggahan di media sosial Instagram yang mengeklaim bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menarik anggaran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah yang menaruh harapan besar pada keberlanjutan program MBG bagi siswa. Namun demikian, klaim tersebut dipastikan tidak benar dan tergolong sebagai informasi menyesatkan.

Berdasarkan penelusuran fakta yang dilansir dari turnbackhoax.id, tidak ada kebijakan penarikan anggaran MBG sebagaimana yang diklaim dalam unggahan tersebut. Informasi yang lebih akurat disampaikan melalui pemberitaan kompas.com, yang menjelaskan bahwa anggaran program MBG hanya akan dialihkan apabila penyerapan anggaran tidak berjalan secara optimal. Artinya, pengalihan anggaran bersifat kondisional dan bukan merupakan pembatalan atau penghentian program MBG.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya menyampaikan bahwa apabila anggaran MBG tidak terserap dengan baik, maka dana tersebut akan dialihkan ke program lain yang juga bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti program bantuan pangan beras 10 kilogram. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bentuk teguran kepada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana program, melainkan strategi untuk mendorong percepatan dan efektivitas penyerapan anggaran negara. Purbaya juga menekankan bahwa jika BGN mampu menyerap anggaran secara optimal, maka pengalihan anggaran tidak akan dilakukan.

Program Makanan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program nasional yang memiliki tujuan strategis, khususnya bagi siswa. Program ini dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah agar tumbuh kembang mereka lebih optimal, baik secara fisik maupun kognitif. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, diharapkan konsentrasi belajar siswa meningkat, angka stunting dapat ditekan, serta kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang semakin baik. MBG juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak dasar anak untuk mendapatkan makanan sehat dan bergizi, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.

Munculnya hoaks terkait program MBG menunjukkan masih rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Informasi yang tidak diverifikasi kebenarannya dapat dengan mudah memicu keresahan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap program pemerintah. Padahal, penyebaran hoaks semacam ini sering kali memiliki tujuan tertentu, mulai dari menciptakan kegaduhan, menggiring opini negatif, hingga mengganggu jalannya program nasional yang sedang dilaksanakan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang bersumber dari akun tidak resmi atau tanpa rujukan yang jelas. Langkah sederhana seperti memeriksa sumber berita, membandingkan dengan media arus utama, dan membaca klarifikasi dari pihak berwenang sangat penting dilakukan sebelum menyebarkan informasi lebih lanjut.

Dengan sikap kritis dan bijak dalam bermedia sosial, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga ruang publik yang sehat dan kondusif. Dukungan terhadap program nasional seperti MBG juga sangat dibutuhkan.