Istighosah dan Tahlil Qubro Muslimat-Fatayat Sumbersari Angkat Keteladanan Nabi Muhammad SAW
- Sep 07, 2025
- Wahyu Cahyono
- SOSIAL KEMASYARAKATAN , KEAGAMAAN
Istighosah dan Tahlil Qubro Muslimat-Fatayat Sumbersari Angkat Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Jambangan – Tradisi keagamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, terus terjaga melalui kegiatan rutin istighosah dan tahlil qubro. Pada Minggu Pahing, 7 September 2025, Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) setempat kembali menggelar acara tersebut di kediaman Jumain, RT 05.
Kegiatan yang sudah menjadi agenda tetap ini tidak hanya berfungsi sebagai pengikat spiritual, tetapi juga menjadi ajang memperkuat tali silaturahmi antarwarga. Dalam pelaksanaannya, acara menghadirkan rangkaian doa bersama, sambutan dari tokoh NU maupun perangkat dusun, serta tausiyah yang kali ini berfokus pada keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian Acara
Acara diawali dengan pembukaan melalui bacaan Ummul Qur’an surat Al-Fatihah sebagai pengantar sekaligus penghormatan terhadap para leluhur. Setelah itu, jamaah melaksanakan istighosah bersama, memanjatkan doa untuk memohon perlindungan, keberkahan, dan keselamatan.
Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan NU anak ranting diwakili Ustad Eko Wahyono. Kemudian, perangkat dusun yang diwakili oleh Modin Winarto memberikan sambutan dari unsur pemerintahan. Kehadiran perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat menandakan sinergi dalam menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
Acara inti berupa mauidzho hasanah disampaikan oleh Ustad Abdurohman Edo, mubaligh dari Wagir. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema tentang keteladanan Kanjeng Nabi Muhammad SAW sebagai figur utama dalam kehidupan umat Islam.
Isi Ceramah: Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Dalam tausiyahnya, Ustad Abdurohman Edo menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Nabi digambarkan sebagai pribadi yang penuh kasih sayang, adil, sabar, rendah hati, dan mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi.
Beliau menegaskan, Rasulullah tidak hanya diutus untuk menyampaikan risalah agama, tetapi juga sebagai uswah hasanah (teladan yang baik) bagi seluruh umat manusia. Keteladanan tersebut tercermin dalam sikap Nabi yang selalu menjaga hubungan baik dengan sesama, baik keluarga, sahabat, maupun bahkan dengan orang yang memusuhinya.
Ustad Abdurohman Edo juga mengingatkan jamaah agar menanamkan sifat jujur dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana Nabi dikenal dengan gelar Al-Amin atau orang yang terpercaya. Sifat amanah dan jujur inilah yang seharusnya menjadi pedoman dalam mengelola kehidupan bermasyarakat maupun dalam urusan pekerjaan sehari-hari.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan pentingnya menebarkan kasih sayang kepada sesama makhluk. Sikap welas asih tersebut tidak terbatas pada manusia saja, melainkan juga pada hewan dan lingkungan sekitar. Inilah akhlak universal yang patut diwariskan dari generasi ke generasi.
Ceramah juga menyinggung peran Nabi dalam membangun masyarakat yang harmonis. Rasulullah selalu mengedepankan musyawarah, persaudaraan, dan keadilan. Prinsip-prinsip ini, menurut Ustad Abdurohman Edo, relevan untuk dijadikan dasar dalam menjaga persatuan warga desa.
Makna dan Tujuan
Dengan tema keteladanan Nabi Muhammad SAW, acara ini memberikan pesan moral yang kuat bagi jamaah. Bukan sekadar menjalankan ritual istighosah dan tahlil, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperbarui semangat meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata.
Muslimat dan Fatayat sebagai penggerak utama kegiatan ini berhasil menghadirkan ruang belajar agama yang menyeluruh, tidak hanya sebatas doa, tetapi juga menguatkan pemahaman dan pengamalan nilai Islam dalam lingkup sosial.
Penutup
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustad Abdurohman Edo. Doa tersebut menjadi pengikat spiritual sekaligus penanda berakhirnya rangkaian istighosah dan tahlil qubro pada hari itu.
Gelaran Minggu Pahing di Dusun Sumbersari ini kembali membuktikan bahwa tradisi keagamaan masih berakar kuat di tengah masyarakat. Dengan mengangkat keteladanan Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk terus menjaga akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari itu, acara ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi pondasi dalam mempererat silaturahmi, menjaga harmoni, dan membangun masyarakat yang religius sekaligus rukun