NU Anak Ranting Sumbersari Gelar Pertemuan Rutin: Fokus pada Penguatan Kader dan Sinergi Jamaah

  • May 14, 2025
  • Wahyu Cahyono
  • SOSIAL KEMASYARAKATAN , KEAGAMAAN

NU Anak Ranting Sumbersari Gelar Pertemuan Rutin, Fokus pada Penguatan Kader dan Sinergi Jamaah

Sumbersari, 14 Mei 2025 – Dalam upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat struktur organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat desa, NU Anak Ranting Sumbersari menggelar pertemuan rutin setiap 36 hari sekali. Kegiatan kali ini diselenggarakan pada Rabu siang (14/5) di rumah Bapak Jumirin, RT 09 RW 02 Dusun Sumbersari, dan dihadiri oleh Alumni PKPNU Sumbersari, ketua-ketua jamaah tahlil wanita, serta perwakilan dari Muslimat dan Fatayat NU.

Acara dimulai dengan khidmat melalui pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai pembuka, dilanjutkan dengan bacaan Wali Qutuban yang dipimpin oleh Ustaz Abdul Rohim. Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan istighotsah bersama yang dipimpin oleh Ustaz Khoirul, yang membawa suasana spiritual menjadi lebih dalam dan penuh kekhusyukan.

Dalam sambutannya, Ketua Alumni PKPNU Sumbersari, Bapak Khoirul, menyampaikan pentingnya kaderisasi yang kuat di tubuh NU, terutama di tingkat anak ranting.

"Kegiatan seperti ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah ruang kaderisasi, penguatan ideologi, serta sarana untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan penggerak NU tingkat bawah. Kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Aswaja," ujar Bapak Khoirul.

Ia juga menambahkan bahwa alumni PKPNU memiliki tanggung jawab untuk aktif menggerakkan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, baik dalam bidang keagamaan maupun sosial.

Selanjutnya, Bendahara NU Anak Ranting Sumbersari, Ustazah Muriaten, memaparkan laporan keuangan dan program kerja yang telah dilaksanakan. Ia menyebutkan bahwa kondisi kas organisasi masih cukup stabil dan siap digunakan untuk mendukung kegiatan ke depan.

"Kami telah mengadakan berbagai kegiatan keagamaan secara rutin, mulai dari pengajian, tahlilan, hingga partisipasi dalam kegiatan sosial warga. Dana yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk mendukung keberlanjutan program-program keumatan yang dirancang ke depan," ungkap Ustazah Muriaten.

Kegiatan ini juga menjadi sarana dialog dan diskusi antar unsur organisasi. Ketua jamaah tahlil wanita, perwakilan Muslimat, dan Fatayat NU saling bertukar gagasan mengenai rencana kegiatan gabungan seperti pelatihan keterampilan, pengajian akbar, serta peningkatan peran perempuan dalam dakwah lokal.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat baru, khususnya bagi kader perempuan di tingkat dusun untuk lebih aktif dan mandiri dalam menjalankan program-program keagamaan," ujar salah satu ketua jamaah tahlil wanita.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Suasana hangat dan penuh keakraban tercermin dalam interaksi antar peserta, mencerminkan nilai-nilai gotong royong dan ukhuwah Islamiyah yang menjadi ciri khas NU.

NU Anak Ranting Sumbersari berkomitmen untuk terus menjaga kesinambungan kegiatan ini dan mendorong partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, agar peran NU tetap relevan dan berdampak nyata di tengah dinamika masyarakat modern.