Poktan Barokah 1 Bekerja-sama dengan Syngenta Pasang Rubuha untuk Kendalikan Hama Tikus
- Mar 14, 2025
- Abdilla Mahardika
- PERTANIAN DAN PETERNAKAN
Jambangan – Dalam upaya mengatasi serangan hama tikus yang semakin meningkat, Kelompok Tani Barokah 1 bekerjasama dengan produsen bibit jagung Syngenta melakukan pemasangan Rumah Burung Hantu (Rubuha) di area persawahan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari program pengendalian hama yang ramah lingkungan guna mengurangi tingkat kegagalan panen akibat serangan tikus.
Ketua Kelompok Tani Barokah 1, Bapak Wasidi, memimpin langsung kegiatan ini dengan dibantu oleh Pak Didit Setiawan, Pak Syahrul Arif, serta beberapa anggota kelompok tani lainnya. Mereka memasang dua unit Rubuha di lokasi yang strategis, yaitu di lahan Pak Bais Sudarmoko dekat persawahan Krajan dan di Sawah Rodjo yang berdekatan dengan Dusun Jegong di lahan milih Bapak Imron Fachrudi.
Rubuha sebagai Solusi Pengendalian Hama Tikus
Dalam beberapa bulan terakhir, petani di Desa Jambangan menghadapi peningkatan populasi tikus yang cukup pesat. Serangan hama ini telah menyebabkan banyak petani mengalami kerugian, bahkan ada beberapa yang gagal panen akibat tanaman padi mereka habis dimakan tikus.
Rubuha menjadi salah satu solusi alami dan efektif untuk mengendalikan hama tikus di sawah. Burung hantu jenis Tyto alba, yang menjadi penghuni Rubuha, merupakan predator alami tikus. Burung ini dikenal mampu memburu hingga 5 ekor tikus setiap malam, sehingga populasinya dapat berkurang secara signifikan.
Bapak Wasidi menyampaikan bahwa pemasangan Rubuha ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani pada penggunaan racun tikus, yang sering kali membawa dampak buruk bagi lingkungan dan ekosistem sawah.
“Kami memilih metode ini karena lebih alami dan tidak mencemari lingkungan. Dengan adanya burung hantu, hama tikus dapat ditekan tanpa merusak keseimbangan ekosistem sawah,” ujar Bapak Wasidi.
Manfaat Rubuha bagi Petani
Pemasangan Rumah Burung Hantu memiliki banyak manfaat bagi petani, terutama dalam sistem pertanian berkelanjutan. Beberapa manfaat utama dari metode ini antara lain:
✅ Mengurangi Populasi Tikus Secara Alami
Burung hantu merupakan pemangsa alami tikus yang efektif. Dengan adanya Rubuha, petani tidak perlu menggunakan racun atau perangkap tikus yang sering kali membutuhkan biaya tambahan.
✅ Ramah Lingkungan
Tidak seperti racun tikus yang dapat mencemari tanah dan air, metode ini tidak merusak lingkungan. Burung hantu bekerja secara alami sebagai bagian dari rantai makanan di ekosistem sawah.
✅ Mengurangi Risiko Gagal Panen
Dengan berkurangnya populasi tikus, hasil panen petani dapat lebih terjaga. Tikus yang biasanya merusak batang dan biji padi akan lebih sedikit, sehingga produksi pertanian meningkat.
✅ Meningkatkan Kesadaran Petani akan Metode Pertanian Berkelanjutan
Dengan adanya program ini, petani semakin sadar bahwa ada banyak cara alami untuk menangani hama tanpa merusak keseimbangan alam.
Harapan ke Depan
Dengan pemasangan dua unit Rubuha ini, Kelompok Tani Barokah 1 berharap metode ini dapat efektif dalam menekan populasi tikus dan membantu petani mengamankan hasil panen mereka.
Pak Syahrul Arif, salah satu peserta kegiatan, menyampaikan harapannya agar program ini dapat diperluas ke lebih banyak area persawahan di Desa Jambangan.
“Jika metode ini berhasil, kami akan mengajak lebih banyak petani untuk memasang Rubuha di sawah mereka. Ini cara yang murah dan efektif untuk mengendalikan hama tikus,” kata Pak Syahrul.
Selain itu, produsen bibit jagung Syngenta juga berkomitmen untuk terus mendukung petani dengan berbagai inovasi yang membantu meningkatkan hasil panen tanpa merusak lingkungan.
Ke depan, Kelompok Tani Barokah 1 berencana untuk mengevaluasi efektivitas pemasangan Rubuha ini dalam beberapa bulan ke depan. Jika hasilnya positif, jumlah Rubuha yang dipasang akan ditambah untuk menjangkau lebih banyak area pertanian yang terdampak hama tikus.
Dengan adanya kerja sama antara petani, pemerintah desa, dan pihak swasta, diharapkan pertanian di Desa Jambangan dapat semakin maju dan berkelanjutan.