Pembukaan Istighotsah dan Halal Bihalal Antar Masjid dan Mushola Dusun Sumbersari
- Apr 12, 2026
- Abdilla Mahardika
- KEAGAMAAN
Pembukaan Rutinan Istighosah 36 Hari Sekali dan Halal Bihalal Antar Masjid-Musholla Dusun Sumbersari
JAMBANGAN – Sabtu 11 April 2024.
Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan pembukaan rutinan selapan (36 hari sekali) yang dirangkaikan dengan halal bihalal antar masjid dan musholla se-Dusun Sumbersari. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu musholla yakni di RT 25 RW 5 dengan tuan rumah Muhammad Nur Sohib dan jamaah sekitarnya pada malam hari setelah pelaksanaan sholat Isyak, dengan dihadiri oleh tokoh agama, pengurus musholla, serta masyarakat sekitar.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ustadz Eko Wahyono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan rutinan selatan yang biasa dilaksanakan setiap 36 hari sekali ini kembali diaktifkan setelah sempat dihentikan sementara selama bulan Ramadhan. Ia menekankan pentingnya menjaga istiqomah dalam kegiatan keagamaan, khususnya sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar warga.
“Rutinan ini bukan sekadar kegiatan biasa, tetapi menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan kegiatan inti berupa istighosah dan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Jumirin. Seluruh jamaah dengan khusyuk mengikuti rangkaian doa dan dzikir bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta ampunan dari Allah SWT. Suasana hening dan penuh kekhusyukan begitu terasa selama pelaksanaan istighosah dan tahlil berlangsung.
Memasuki sesi berikutnya, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Nuryasin. Dalam ceramahnya, beliau menyoroti pentingnya menjaga dan mempererat tali silaturahmi antar sesama, terlebih dalam momentum Idul Fitri yang identik dengan saling memaafkan. Ia menyampaikan sebuah kisah penuh hikmah yang menggambarkan betapa beratnya konsekuensi bagi seseorang yang memutus hubungan silaturahmi.
“Sebagus apapun kehidupan seseorang di dunia, jika ia memutus tali silaturahmi, maka ancamannya adalah neraka. Oleh karena itu, mari kita jaga hubungan baik dengan sesama, saling memaafkan, dan memperkuat persaudaraan,” tutur beliau.
Pesan moral tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh para jamaah yang hadir. Momentum halal bihalal ini menjadi sarana yang tepat untuk saling membuka hati, menghapus kesalahan, dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama yang kembali dipimpin oleh tokoh agama setempat. Usai doa, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antar jamaah. Suasana keakraban terlihat jelas saat warga saling berbincang dan menikmati hidangan sederhana yang telah disediakan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tradisi rutinan 36 hari sekali dapat terus berjalan secara konsisten dan menjadi sarana memperkuat persatuan serta nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Dusun Sumbersari. Selain itu, semangat silaturahmi yang terbangun diharapkan mampu menjaga keharmonisan dan kebersamaan antar warga dalam kehidupan sehari-hari.