Pertahankan Tradisi Susruk Walet: Warga Jambangan dan Pojok Berkolaborasi Membersihkan Saluran Air di Sawah Rodjo
- Mar 20, 2025
- Abdilla Mahardika
- PERTANIAN DAN PETERNAKAN, TRADISI DAN BUDAYA
Jambangan, 20 Maret 2025 – Warga desa Jambangan dan desa Pojok kembali menggelar tradisi tahunan Susruk Walet, sebuah kegiatan gotong royong membersihkan saluran irigasi di area persawahan Sawah Rodjo. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi simbol kerja sama erat antara kedua desa dalam menjaga kelestarian lahan pertanian mereka.
Seperti namanya, Susruk berarti membersihkan, sedangkan Walet merujuk pada endapan lumpur. Kegiatan ini berfokus pada pembersihan saluran air dari lumpur dan sampah yang mengendap sepanjang satu kilometer. Dengan membersihkan saluran irigasi ini, diharapkan aliran air ke lahan persawahan seluas 99 hektare di kawasan Sawah Rodjo tetap lancar, sehingga mendukung produktivitas pertanian setempat.
Gotong Royong Masyarakat untuk Sawah yang Subur
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Jumar, Kuwowo sekaligus Kaur Perencanaan Desa Jambangan, yang mengoordinasi warga dari desanya. Sementara itu, dari Desa Pojok, Bapak Dimas memimpin warganya, terutama mereka yang memiliki lahan pertanian di kawasan tersebut.
Sejak pagi hari, warga berbondong-bondong datang ke lokasi dengan membawa peralatan seperti cangkul, sabit, dan sekop. Dengan semangat gotong royong, mereka bahu-membahu mengangkat endapan lumpur, membersihkan rumput liar, serta membuang sampah yang menyumbat aliran air.
Bapak Jumar menjelaskan bahwa Susruk Walet bukan hanya sekadar membersihkan saluran air, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga. “Ini bukan hanya soal membersihkan irigasi, tapi juga menjaga kebersamaan dan memastikan sawah kita tetap subur. Kalau air tersumbat, padi kita bisa gagal panen,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Dimas menambahkan bahwa tradisi ini harus tetap dilestarikan agar pertanian di Sawah Rodjo terus berkembang. “Kami berharap generasi muda tetap melanjutkan tradisi ini. Pertanian adalah sumber kehidupan desa kita, dan Susruk Walet adalah bagian penting dari keberlanjutannya,” kata Dimas.
Dukungan bagi Ketahanan Pangan Nasional
Sawah Rodjo dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kecamatan Dampit. Dengan luas hampir 100 hektare, kawasan ini berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, menjaga sistem irigasi tetap bersih dan berfungsi optimal menjadi kunci utama dalam meningkatkan hasil panen.
Peningkatan produktivitas padi seperti yang didukung oleh tradisi Susruk Walet sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah telah menggalakkan berbagai upaya untuk meningkatkan hasil pertanian, termasuk pengelolaan air yang efisien, penggunaan bibit unggul, serta optimalisasi teknologi pertanian.
Dengan adanya kegiatan gotong royong seperti ini, masyarakat tidak hanya menjaga kelangsungan pertanian secara mandiri, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan. Jika produktivitas padi meningkat, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kuat, membantu stabilitas harga beras, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Tradisi Susruk Walet bukan hanya warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat bisa berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Dengan terus melestarikan kegiatan ini, diharapkan lahan pertanian tetap subur dan hasil panen semakin meningkat demi masa depan pertanian yang lebih cerah.