Program Kemitraan Masyarakat Kampung Zakat Terpadu: Pelatihan dan Penyerahan Bantuan Alat Bagi Kelompok Pengelola Sampah dan Pelaku UMKM
- Sep 09, 2025
- Abdilla Mahardika
- UMKM DAN PARIWISATA, Kampung Zakat Terpadu
Program Kemitraan Masyarakat: Penyerahan dan Pelatihan Penggunaan Mesin di Desa Jambangan
Wujud Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular
Jambangan, 9 September 2025 – Desa Jambangan kembali menjadi sorotan positif dengan terselenggaranya kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa penyerahan dan pelatihan penggunaan mesin untuk pengelolaan sampah serta peralatan bagi pelaku UMKM. Acara ini berlangsung khidmat sekaligus penuh antusiasme di balai desa Jambangan dengan melibatkan pemerintah desa, perangkat kecamatan, akademisi, serta warga desa yang menjadi penerima manfaat.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Bapak Fatchurrahman selaku pembawa acara. Suasana semakin khidmat ketika hadirin berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa Universitas Wisnuwardana Malang. Semangat nasionalisme begitu terasa, menjadi pembuka yang selaras dengan tema kegiatan: pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi.
Sejarah Kampung Zakat Jambangan
Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Eko Budi Cahyono, ST, menyampaikan kronologi berdirinya Kampung Zakat Jambangan yang diresmikan pada Mei 2023 lalu. Beliau menegaskan bahwa kampung zakat bukan hanya simbol, tetapi wadah nyata bagi masyarakat untuk mengembangkan program sosial, pendidikan, keagamaan, hingga lingkungan hidup.
Eko Budi Cahyono menekankan bahwa melalui program seperti ini, pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen menghadirkan solusi berkelanjutan, terutama dalam bidang pengelolaan sampah yang menjadi masalah utama di banyak wilayah. “Dengan adanya dukungan dari kampus dan lembaga terkait, kita berharap pengelolaan sampah di Jambangan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi mampu melahirkan nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya.
Harapan dari Kecamatan
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Camat Dampit, Abai Saleh, S.Sos., M.M.. Ia mengapresiasi langkah desa Jambangan yang berani mengambil inisiatif dalam mengembangkan program inovatif berbasis masyarakat.
Abai Saleh menegaskan pentingnya segera dibuat peraturan desa yang mengatur tentang kerjasama kampung zakat dan turunannya, khususnya di bidang lingkungan hidup. “Kita berharap desa Jambangan menjadi ujung tombak pengelolaan sampah terpadu. Jika ini berjalan konsisten, Jambangan bisa menjadi barometer pengelolaan sampah di Kecamatan Dampit,” ucapnya. "PR bagi pemerintah desa Jambangan adalah segera menyusun regulasi dan payung hukum, dan itu tidak boleh ditunda.
Selain itu, ia menambahkan harapan besar agar ada hubungan simbiosis mutualisme antara desa dan universitas. Desa mendapat manfaat program, sementara di sisi lain ada warga Jambangan yang melanjutkan pendidikan ke Universitas Wisnuwardana Malang.
Kolaborasi dengan Akademisi
Selanjutnya, Wakil Rektor I Universitas Wisnuwardana Malang, Ibu Ni Wayan Sunariati, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama pemerintah desa, pengurus kampung zakat, unit pengelola sampah, dan paguyuban UMKM.
Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pelaku UMKM dengan Tim IKM dari universitas. “Kami berharap pelaku UMKM di Jambangan aktif berkoordinasi, sehingga permasalahan yang ada di masing-masing usaha bisa dicarikan solusi bersama. Universitas tidak hanya hadir memberi teori, tapi siap membantu mencarikan jalan keluar yang aplikatif,” jelasnya.
Pentingnya Keberlanjutan Program
Sementara itu, perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Bapak Rahmat Hidayat, SH., M.Si., menekankan pentingnya kerjasama berkelanjutan. Menurutnya, dampak dan manfaat dari program seperti ini tidak bisa dirasakan hanya dalam satu-dua kali kegiatan. “Perlu kesinambungan agar masyarakat benar-benar merasakan hasilnya dalam jangka panjang,” pesannya. Bapak Rahmat Hidayat hadir bersama Bapak Abul Malik, Bapak Husni dan beberapa staf kantor urusan agama.
Serah Terima Mesin dan Peralatan UMKM
Puncak acara ditandai dengan serah terima bantuan mesin pencacah sampah kepada para pegiat lingkungan di Desa Jambangan, serta penyerahan peralatan usaha bagi UMKM. Mesin pencacah sampah ini diharapkan menjadi solusi praktis sekaligus inovatif dalam mengurangi volume sampah rumah tangga, mengubahnya menjadi produk bernilai guna seperti pupuk kompos atau bahan baku kerajinan.
Bagi UMKM, bantuan peralatan diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas produk, sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Kehadiran universitas sebagai mitra juga menambah keyakinan bahwa UMKM di desa Jambangan tidak berjalan sendiri, tetapi didampingi oleh tenaga ahli dan akademisi.
Makna Lebih dalam: Ekonomi Sirkular di Desa
Kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga merupakan wujud nyata dari ekonomi sirkular yang kini banyak digaungkan. Sampah yang biasanya dianggap masalah, kini dilihat sebagai sumber daya yang bisa diolah kembali. UMKM yang semula berjalan dengan cara tradisional, kini didorong untuk lebih inovatif dan berbasis teknologi.
Dengan hadirnya program kemitraan masyarakat, Jambangan diharapkan tidak hanya bersih dari sampah, tetapi juga tumbuh menjadi desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Penutup
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah antara pemerintah desa, akademisi, dan warga. Suasana penuh optimisme terasa di balai desa Jambangan. Kehadiran mesin pencacah sampah dan peralatan UMKM bukan hanya simbol bantuan, tetapi harapan baru bagi masyarakat untuk terus maju.
Kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, universitas, Kemenag, dan masyarakat menjadi kunci sukses program ini. Semua pihak berharap kegiatan ini tidak berhenti di serah terima, tetapi benar-benar menjadi awal perubahan besar menuju Jambangan yang lebih bersih, sejahtera, dan berdaya.
Dokumentasi foto: Putri Ayu Sukma