Ribuan Siswa TK, SD dan SMP Mengikuti Jalan Sehat, Berbaur dengan Warga Dalam Ajang J-fest #1-2025

  • Aug 17, 2025
  • Abdilla Mahardika
  • KESEHATAN MASYARAKAT

Jalan Sehat, Lomba Mewarnai dan Parade Seni Meriahkan J-Fest #1-2025 di Desa Jambangan

Jambangan – Suasana Desa Jambangan pada Minggu pagi (tanggal kegiatan) benar-benar berbeda dari biasanya. Ribuan warga, pelajar, dan wali murid tumpah ruah di jalan desa untuk mengikuti Jalan Sehat, Bazaar UMKM, dan Parade Seni dalam rangkaian Jambangan Festival (J-Fest) #1-2025. Ajang perdana ini sukses menghadirkan euforia kebersamaan sekaligus menjadi ruang ekspresi masyarakat desa, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM.

Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang melaksanakan Program Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMM) di Desa Jambangan. Mereka berkolaborasi dengan Pemerintah Desa, lembaga pendidikan, dan berbagai komunitas lokal. Meski hanya dipersiapkan dalam waktu kurang dari tiga Minggu, J-Fest terbukti mampu menjadi magnet besar yang menyatukan warga desa.

Ribuan Peserta Jalan Sehat

Jalan sehat menjadi pembuka acara J-Fest. Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga para pelajar dari tujuh lembaga pendidikan tingkat TK dan tujuh sekolah dasar, yaitu SD Negeri 1 hingga SD Negeri 5 Jambangan, MI Hasyim Asy’ari, dan MI Wahid Hasyim, serta SMP Islam Dampit.

Diperkirakan lebih dari 1.000 siswa mengikuti jalan sehat tersebut, ditambah ratusan wali murid dan masyarakat umum yang turut mendampingi. Rute jalan sehat mengelilingi jalan desa, menghadirkan pemandangan indah kebersamaan antara anak-anak, orang tua, dan guru. Keceriaan tampak di wajah para peserta yang menikmati perjalanan sambil berinteraksi satu sama lain.

Lomba Mewarnai untuk Anak TK

Tak kalah menarik, 158 anak dari tingkat TK juga berpartisipasi dalam lomba mewarnai yang digelar bersamaan dengan rangkaian acara J-Fest. Anak-anak tampak antusias menunjukkan kreativitas mereka dengan pensil warna dan krayon. Lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang edukatif untuk mengasah bakat seni sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini.

Para orang tua yang mendampingi anak-anak turut merasa bangga, sebab lomba mewarnai ini menjadi sarana positif yang memperkuat ikatan keluarga dan lingkungan pendidikan.

Bazaar UMKM dan Parade Seni Siswa

Salah satu daya tarik utama J-Fest adalah Bazaar UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan masyarakat Desa Jambangan. Mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk inovatif generasi muda dipamerkan dan dijual di lapak-lapak yang tertata rapi. Kehadiran bazaar ini tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Selain itu, parade seni siswa turut menghiasi panggung utama. Anak-anak dari berbagai sekolah menampilkan tarian tradisional, paduan suara, dan seni musik yang memukau penonton. Penampilan ini menjadi bukti bahwa Desa Jambangan memiliki potensi seni dan budaya yang luar biasa, sekaligus menanamkan rasa cinta budaya lokal pada generasi penerus.

Apresiasi Panitia dan Sukses di Luar Dugaan

Ketua Panitia, Sdr Titan dari tim PMM, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan penuh masyarakat dan lembaga pendidikan. “Partisipasi masyarakat benar-benar maksimal. Kami sangat berterima kasih karena semua elemen desa bersatu menyukseskan J-Fest perdana ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sdr Hafiz, koordinator acara, mengaku terharu melihat antusiasme yang begitu besar. “Saya tidak menyangka, dalam waktu persiapan yang sangat singkat, respons masyarakat luar biasa. Ini menjadi kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Sdr Deris, salah satu motor penggerak kegiatan. Ia merasa perjuangan tim yang bekerja siang dan malam tanpa mengenal waktu akhirnya terbayar lunas. “Meski melelahkan, hasilnya sangat memuaskan. J-Fest menjadi bukti bahwa kerja sama dan semangat gotong royong bisa mewujudkan sesuatu yang besar,” katanya lega.

Harapan untuk J-Fest Berikutnya

J-Fest #1-2025 di Desa Jambangan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat, promosi produk lokal, serta penguatan pendidikan dan seni. Melihat antusiasme yang begitu besar, masyarakat berharap agar J-Fest bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan membawa manfaat lebih luas bagi desa.

Dengan keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, Jambangan seakan menorehkan sejarah baru: sebuah festival desa yang lahir dari gagasan sederhana, namun mampu mengikat ribuan orang dalam suasana kebersamaan. J-Fest #1-2025 membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar jika diberi ruang untuk berkreasi dan berkolaborasi.