Santunan 19 Anak Yatim dan 150 Dhuafa, NU Anak Ranting Sumbersari Gelar Kegiatan Sosial Penuh Khidmat
- Jan 16, 2026
- Wahyu Cahyono
- SOSIAL KEMASYARAKATAN , KEAGAMAAN
Sumbersari – Nuansa religius dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa yang diselenggarakan oleh NU Anak Ranting Sumbersari pada Jumat, 16 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di TPQ Sholahudin Al Hasani dan dihadiri oleh jamaah, tokoh agama, pengurus NU, serta perwakilan pemerintah desa setempat. Acara tersebut menjadi wujud nyata peran organisasi keagamaan dalam memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan santunan diawali dengan penampilan Majelis Sholawat Al Amiin yang melantunkan sholawat dengan penuh kekhusyukan. Lantunan sholawat tersebut membuka rangkaian acara dengan suasana religius dan menenangkan, sekaligus menjadi pengantar spiritual bagi seluruh hadirin sebelum memasuki agenda utama kegiatan.
Acara resmi dibuka oleh Agus Suriadi selaku pembawa acara. Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an disampaikan oleh Ustad Fajar, yang semakin menambah kekhidmatan suasana. Pembacaan Al-Qur’an tersebut menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam setiap kegiatan sosial dan keagamaan yang dilaksanakan oleh warga NU.
Sambutan pertama disampaikan oleh sohibul bait, Ustad Eko Wahyono. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan santunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian kolektif yang perlu terus dijaga dan dilestarikan, khususnya dalam membantu anak yatim dan kaum dhuafa.
Perwakilan Pemerintah Desa Jambangan yang diwakili oleh Ustad Fathurohman turut memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial keagamaan seperti santunan yatim dan dhuafa memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dan lembaga keagamaan. Sinergi antara NU, masyarakat, dan pemerintah desa dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadilan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Panitia Santunan, P. Kwadiono. Dalam laporannya, panitia menyampaikan rincian pemasukan dan pengeluaran dana kegiatan secara terbuka dan transparan. Total dana yang berhasil dihimpun dalam kegiatan santunan tersebut mencapai lebih Rp9.492.000 yang berasal dari partisipasi sembilan jamaah dan ditambah donatur tambahan. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada 19 anak yatim dan 150 kaum dhuafa yang telah terdata sebelumnya.
Transparansi laporan keuangan menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban panitia kepada jamaah dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh NU Anak Ranting Sumbersari.
Acara inti diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH Isnandar. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya kepedulian sosial, keikhlasan dalam berbagi, serta kewajiban umat Islam untuk memperhatikan anak yatim dan kaum dhuafa. Pesan-pesan keagamaan tersebut disampaikan secara lugas dan mudah dipahami, sehingga dapat diterima oleh seluruh lapisan jamaah yang hadir.
Setelah mauidhoh hasanah, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan dzikir, sholat, dan doa yang kembali dipimpin oleh KH Isnandar. Doa bersama tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan, sekaligus harapan agar kegiatan santunan ini membawa keberkahan bagi para penerima maupun seluruh pihak yang terlibat.
Kegiatan santunan yatim dan dhuafa yang digelar NU Anak Ranting Sumbersari ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi keagamaan dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan yang terstruktur, transparan, dan sarat nilai keagamaan, NU Anak Ranting Sumbersari terus berupaya menghadirkan manfaat nyata serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.