Sinergi Pusat dan Daerah di Malang, Gus Ipul Tegaskan Pentingnya DTSEN untuk Ketepatan Bantuan Sosial

  • Mar 31, 2026
  • Abdilla Mahardika
  • INFO PEMERINTAHAN

Sinergi Pusat dan Daerah di Malang, Gus Ipul Tegaskan Pentingnya DTSEN untuk Ketepatan Bantuan Sosial

Kabupaten Malang — Pemerintah Kabupaten Malang menggelar kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan halal bihalal di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (30/3) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh M. Sanusi serta Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar, jajaran Forkopimda, tokoh agama, kepala perangkat daerah, para camat dan kepala desa, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Bupati Malang M. Sanusi dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi memerlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada koordinasi dan kerja sama lintas sektor.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat sehingga benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam arahannya menyoroti pentingnya akurasi data dalam mendukung program pengentasan kemiskinan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini menggunakan DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) sebagai basis utama dalam penyaluran bantuan sosial.

Menurut Gus Ipul, DTSEN merupakan integrasi dari berbagai sumber data yang selama ini terpisah, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), serta data dari kementerian dan lembaga lainnya. Dengan penggabungan tersebut, pemerintah memiliki satu data nasional yang lebih akurat dan terstandar.

“DTSEN ini menjadi fondasi penting agar bantuan sosial tepat sasaran. Dengan data yang terintegrasi, kita bisa mengurangi kesalahan seperti data ganda atau penerima yang tidak sesuai,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa selama ini tantangan terbesar dalam penyaluran bantuan adalah ketidaktepatan data. Oleh karena itu, DTSEN hadir untuk memastikan bahwa masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat terlayani dengan baik.

Lebih lanjut, DTSEN tidak hanya digunakan untuk bantuan sosial, tetapi juga sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan dan program pemberdayaan ekonomi. Data ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kondisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga tempat tinggal.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah dan desa memiliki peran penting dalam pengusulan dan verifikasi data. Namun demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di pemerintah pusat guna menjaga standar nasional.

“Pemerintah desa hanya mengusulkan dan memverifikasi kondisi di lapangan. Sedangkan penetapan akhir tetap di pusat agar data tetap valid dan seragam,” tegasnya.

Ke depan, Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) akan terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan DTSEN selalu relevan dengan kondisi nyata masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi pasca Idul Fitri yang mempererat hubungan antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Diharapkan melalui momentum ini, komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat semakin kuat.

Dengan adanya DTSEN dan kolaborasi yang solid, diharapkan program-program pemerintah dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Malang.