Warga RT 20, 22 dan 23 Dusun Sumbersari Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Pertunjukan Kesenian Campursari Adilaras
- Sep 04, 2025
- Abdilla Mahardika
- TRADISI DAN BUDAYA
Warga RT 20, 22, dan 23 Dusun Sumbersari Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Pertunjukan Campursari Adilaras
Dampit – Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun ini menjadi momen istimewa bagi warga RT 20, 22, dan 23 Dusun Sumbersari Desa Jambangan, Kecamatan Dampit. Sebagai bentuk syukur sekaligus hiburan bagi masyarakat, panitia menggelar pertunjukan kesenian Campursari Adilaras yang berlangsung meriah pada Rabu, 3 September 2025 di jalan depan rumah Bapak Mariono, Ketua RT 23 yang juga sekaligus menjadi Ketua Panitia acara.
Grup Campursari Adilaras asal Kecamatan Turen bukanlah nama baru dalam dunia seni tradisional. Popularitasnya sudah meluas, khususnya di kawasan Malang Selatan. Mereka dikenal sebagai salah satu kelompok seni campursari yang tetap konsisten melestarikan musik tradisi, sekaligus memberi sentuhan modern sehingga bisa dinikmati berbagai kalangan, baik tua maupun muda. Sebelumnya, pada 12 Juli 2025, warga Dusun Sumbersari juga menggelar pertunjukan Campursari New Adilaras yang menyedot perhatian masyarakat luas. Hal ini menunjukkan bahwa kesenian campursari masih sangat digemari dan memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Kekompakan Warga Jadi Kunci Sukses Acara
Dalam sambutannya, Bapak Mariono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung terselenggaranya acara ini. “Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga RT 20, 22, dan 23 yang kompak dalam menyiapkan acara. Terima kasih pula atas kehadiran Muspika Kecamatan Dampit, Pemerintah Desa, dan para undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kegiatan ini sukses karena adanya kerukunan dan kekompakan warga,” ungkapnya.
Acara semakin semarak dengan keterlibatan grup Cemban Family, yang merupakan perkumpulan pemuda dari lingkungan RT 20, 22, dan 23, serta grup Sakera Putra Pandawa. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya hiburan, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan antarwarga, terutama generasi muda yang turut berpartisipasi menjaga tradisi dan kebudayaan.
Dua Sesi Pertunjukan, dari Sore hingga Tengah Malam
Kemeriahan pertunjukan dimulai sejak sore hari hingga menjelang waktu Maghrib. Suasana jalan desa dipenuhi masyarakat yang antusias menikmati alunan musik campursari, lengkap dengan syair-syair bernuansa Jawa yang sarat makna.
Setelah istirahat sejenak, acara kembali dilanjutkan pada malam hari, mulai pukul 19.30 hingga pukul 24.00 WIB. Suasana malam itu benar-benar hidup dengan cahaya lampu panggung dan tepuk tangan penonton yang menikmati setiap sajian musik dan tembang Jawa. Banyak warga yang sengaja datang lebih awal agar mendapatkan tempat duduk yang nyaman, sementara sebagian lainnya rela berdiri demi menyaksikan penampilan grup kesenian yang sudah terkenal itu.
Melestarikan Seni Tradisi di Tengah Modernisasi
Pertunjukan Campursari Adilaras dalam rangka HUT RI ke-80 ini bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya melestarikan seni dan budaya asli Indonesia, khususnya seni campursari yang lahir dari perpaduan gamelan Jawa dan musik modern.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi musik modern, keberadaan campursari menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas budaya bangsa. Seni tradisi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi, penyampai nilai-nilai kehidupan, serta perekat sosial masyarakat.
Kegiatan seperti yang digelar warga RT 20, 22, dan 23 ini menunjukkan bahwa seni tradisional masih mampu hidup berdampingan dengan budaya modern. Bahkan, campursari terbukti mampu menarik minat lintas generasi, dari anak-anak muda hingga orang tua.
Harapan untuk Generasi Penerus
Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, banyak pihak berharap agar kegiatan seni dan budaya seperti ini bisa terus digelar setiap tahunnya. Selain sebagai bentuk hiburan rakyat, juga menjadi sarana regenerasi agar anak-anak muda tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya asli Indonesia.
Peringatan HUT RI ke-80 di RT 20, 22, dan 23 dengan suguhan campursari ini membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara dan lomba-lomba, tetapi juga dengan menjaga warisan leluhur. Dengan melestarikan budaya, masyarakat turut menjaga jati diri bangsa di tengah perubahan zaman.
Pertunjukan Campursari Adilaras malam itu akhirnya menjadi bukti nyata: seni tradisional masih hidup, berkembang, dan dicintai. Lebih dari sekadar hiburan, ia adalah simbol persatuan, kerukunan, dan rasa syukur warga dalam merayakan kemerdekaan yang ke-80.
- Dokumentasi foto : Anik & Anggrea.