Hari Kedua Pemasangan Gapura Dusun Sumbersari Berjalan Lancar, Kolaborasi Pemerintah Dusun, Warga, dan Mahasiswa KKN

  • Feb 03, 2026
  • Alfa/Unidha-7
  • PEMBANGUNAN

Hari Kedua Pemasangan Gapura Dusun Sumbersari Berjalan Lancar, Kolaborasi Pemerintah Dusun, Warga, dan Mahasiswa KKN

Pembangunan gapura sebagai penanda pintu masuk Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, terus berlanjut dengan penuh semangat kebersamaan. Memasuki hari kedua pengerjaan, Selasa, 3 Februari 2025, pemerintah Dusun Sumbersari bersama warga dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang melaksanakan tahap lanjutan berupa pemasangan tiang gapura serta pengecoran badan gapura.

Setelah pekerjaan pondasi yang dilakukan pada hari sebelumnya dinilai cukup kuat dan kokoh, kegiatan dilanjutkan pada siang hari atau selepas tengah hari. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan gapura karena berfungsi sebagai struktur utama yang menopang keseluruhan bangunan. Oleh karena itu, seluruh proses dilakukan dengan perencanaan yang matang serta kehati-hatian tinggi.

Tiang gapura yang akan dipasang diangkut menggunakan mobil truk dari tempat pembuatannya di bengkel las milik Bapak Wahyu Cahyono. Proses pengangkutan berjalan lancar berkat dukungan armada truk milik Mas Anjar, yang tidak hanya membantu distribusi material tetapi juga dimanfaatkan langsung untuk mempermudah proses pemasangan tiang gapura di lokasi. Kehadiran armada ini sangat membantu efisiensi kerja di lapangan, mengingat ukuran dan bobot tiang gapura yang cukup besar.

Pemasangan tiang gapura dilakukan secara cermat dan hati-hati dengan melibatkan tenaga warga, perangkat dusun, serta mahasiswa KKN. Koordinasi yang baik antar pihak menjadi kunci kelancaran kegiatan hari itu. Setiap tahapan, mulai dari penempatan tiang, pengaturan posisi, hingga proses pengecoran badan gapura, dilakukan secara gotong royong dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja.

Mahasiswa KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang turut berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Ketua Kelompok 7 KKN Unidha, Saudari Deby, terlihat mendampingi seluruh anggota kelompoknya sejak awal kegiatan hingga selesai pada pukul 16.30 WIB. Pendampingan ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan keterlibatan mahasiswa berjalan optimal, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen mahasiswa KKN dalam mendukung program pembangunan desa.

Kehadiran mahasiswa KKN di tengah-tengah masyarakat Dusun Sumbersari mendapat sambutan positif dari warga. Selain membantu secara tenaga, mahasiswa juga belajar langsung mengenai dinamika kerja sama antara pemerintah dusun dan masyarakat dalam membangun sarana prasarana desa. Hal ini sejalan dengan tujuan KKN sebagai media pembelajaran sosial sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat.

Pada kegiatan sore hari tersebut, seluruh perangkat Dusun Sumbersari turut hadir dan terlibat langsung. Tampak hadir Kepala Dusun Sumbersari Bapak Sukirno, Kebayan Bapak Misenan, Kepetengan Bapak Dedik, serta Modin Bapak Winarto. Kehadiran lengkap perangkat dusun menunjukkan dukungan penuh terhadap pembangunan gapura sebagai aset dan identitas dusun.

Selain itu, para tokoh masyarakat juga turut mendampingi warganya, di antaranya Ketua RW 1, Ketua RW 2, Ketua RT 2, dan Ketua RT 5. Sinergi antara perangkat dusun, tokoh masyarakat, warga, dan mahasiswa KKN mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik di Dusun Sumbersari.

Menurut rencana, kegiatan selanjutnya adalah pemasangan gawangan atas gapura yang dijadwalkan satu hingga dua hari ke depan. Diharapkan pada hari Kamis, 5 Februari 2025 pagi, pembangunan gapura masuk Dusun Sumbersari dapat selesai 100 persen dan siap menjadi penanda kebanggaan bagi warga.

Pembangunan gapura ini tidak hanya bertujuan memperindah pintu masuk dusun, tetapi juga menjadi simbol identitas, kebersamaan, serta hasil kolaborasi antara pemerintah dusun, masyarakat, dan kalangan akademisi. Dengan selesainya gapura tersebut, diharapkan Dusun Sumbersari semakin dikenal dan memiliki wajah baru yang representatif sebagai gerbang masuk wilayah dusun.