Mahasiswa UM Kenalkan Briket Sekam Padi Bernilai Ekonomis di Desa Jambangan

  • Jul 04, 2026
  • Abdilla Mahardika
  • EDUKASI DAN LITERASI

Mahasiswa UM BBM Kenalkan Briket Sekam Padi Bernilai Ekonomis di Desa Jambangan

Jambangan, 4 Juli 2026 – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) menggelar sosialisasi pemanfaatan arang briket berbahan baku sekam padi di Desa Jambangan pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Peserta sosialisasi merupakan anggota Kelompok Tani Barokah 1 Desa Jambangan yang diketuai oleh Ibu Chusnul. Selain memimpin Kelompok Tani Barokah 1, Ibu Chusnul juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Jambangan, sehingga kegiatan ini menjadi sarana yang strategis untuk memperluas penyebaran inovasi kepada para petani di desa.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan proses pembuatan arang briket mulai dari karbonisasi sekam padi, pencampuran bahan perekat, proses pencetakan, hingga pengeringan sebelum briket siap digunakan. Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan demonstrasi secara langsung sehingga lebih mudah memahami setiap tahapan produksi.

Mahasiswa menjelaskan bahwa arang briket sekam padi memiliki berbagai keunggulan, di antaranya menghasilkan panas yang stabil, waktu pembakaran lebih lama, minim asap, serta lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar konvensional. Inovasi ini juga menjadi solusi untuk mengurangi pembakaran limbah pertanian secara terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti sosialisasi dengan antusias. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul mengenai teknik pembuatan, kualitas briket, hingga peluang pengembangannya sebagai produk usaha. Mengingat sekam padi tersedia melimpah di Desa Jambangan, masyarakat menilai inovasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UM BBM mengajak masyarakat untuk memandang sekam padi bukan lagi sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai jual. Pengembangan arang briket diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mendukung pemanfaatan energi alternatif yang berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh Tim BBM Universitas Negeri Malang dengan Halmar Zhofrul Hibban sebagai koordinator tim, bersama anggota Inez Esa Renata, Mochammad Faiz Aradhana, Mochammad Fernandito Chandra Wardhana, Mochammad Ridlo Sahlun F., Muhammad Awliya Rachman, Muhammad Bahij Machally Fikri, Muhammad Ilham Ramadhan, Muhammad Rayhan Arkyanu, Nadya Ananda Putri, dan Naufal Dwi Pratama. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menjadi penggerak lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, Kelompok Tani Barokah 1, dan Gapoktan Desa Jambangan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi, mendukung ketahanan energi, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jambangan.