Kerja Bakti Jum'at Wage: Warga Dusun Sumbersari Bersihkan Makam Secara Bergiliran

  • May 03, 2025
  • Abdilla Mahardika
  • SOSIAL KEMASYARAKATAN

Kerja Bakti Jumat Wage, Warga Dusun Sumbersari Jaga Kebersihan Makam Secara Bergilir

Sumbersari, 3 Mei 2025 – Tradisi kerja bakti membersihkan makam umum Dusun Sumbersari kembali digelar secara rutin oleh warga pada Sabtu Kliwon (2 Mei 2025). Biasanya kegiatan ini diadakan setiap Jumat Wage, namun karena bertepatan dengan adanya warga yang meninggal dunia, kegiatan bergeser satu hari menjadi Sabtu Kliwon.

Kerja bakti rutin ini telah menjadi budaya warga Dusun Sumbersari setiap 36 hari sekali atau dalam istilah Jawa dikenal dengan sebutan “selapan”. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang menjaga kebersihan makam, namun juga mempererat kebersamaan warga antar-RT dan RW.

Bertindak sebagai koordinator kegiatan adalah Bapak Modin Winarto yang didampingi oleh perangkat Dusun Sumbersari, yaitu Bapak Sukirno, Bapak Dedik Yunan Efendi, dan Bapak Misenan. Kegiatan hari ini merupakan giliran kerja bakti dari RW 01 yang melibatkan seluruh RT mulai dari RT 01 hingga RT 05. Para ketua RT bersama beberapa warganya secara sukarela bergotong royong membersihkan area makam dari rumput liar serta sampah-sampah yang berserakan.

Salah satu metode yang digunakan dalam membersihkan area makam kali ini adalah dengan penyemprotan herbisida. Herbisida digunakan untuk membasmi pertumbuhan rumput liar yang semakin banyak dan mengganggu tampilan serta kenyamanan makam. Dengan penyemprotan ini, diharapkan pemakaman akan terlihat lebih rapi dan bersih dalam jangka waktu yang lebih lama.

Selain pembersihan rutin, dalam kegiatan kali ini juga dilakukan inovasi kecil yang berdampak besar: pemotongan bekas drum air untuk dijadikan tempat sampah. Drum yang sebelumnya digunakan sebagai alat memandikan jenazah, kini dimodifikasi untuk menjadi tempat sampah yang ditempatkan di area makam. Wahyu Cahyono dan Dwi Joko menjadi dua warga yang secara aktif membantu dalam proses pemotongan dan pembuatan tempat sampah tersebut.

Wahyu dan Dwi berharap, dengan adanya tempat sampah yang layak, warga dan para peziarah dapat lebih tertib dalam membuang sampah, tidak lagi meninggalkannya sembarangan di sekitar makam. “Ini langkah kecil yang kami harap bisa membawa perubahan besar dalam menjaga lingkungan pemakaman,” ujar Wahyu.

Doni, warga RT 01 yang turut mendampingi ketua RT-nya dalam kegiatan hari ini, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi kegiatan ini. Ia menilai, kerja bakti rutin seperti ini sangat penting sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan menjaga kerapian fasilitas umum desa. “Kegiatan ini sangat baik dan seharusnya terus dilanjutkan. Makam adalah tempat suci, sudah sepatutnya kita rawat bersama-sama,” ungkap Doni.

Dengan semangat gotong royong yang terus dipelihara, kerja bakti Jumat Wage (atau setiap selapan sekali) menjadi bukti nyata kepedulian dan kekompakan warga Dusun Sumbersari dalam menjaga warisan budaya dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara warga, perangkat dusun, serta tokoh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan penuh nilai kebersamaan.