KKN UMM Kelompok 7 Beri Edukasi Bahaya Gadget Berlebihan Pada Anak di PKK Desa Jambangan

  • Feb 15, 2026
  • Muti/UMM-7
  • EDUKASI DAN LITERASI, KESEHATAN MASYARAKAT

Jambangan, 15 Februari 2026, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 7 turut berpartisipasi sebagai tamu undangan sekaligus pengisi materi dalam kegiatan rutin Ibu-Ibu PKK Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKN dipercaya menyampaikan materi edukatif bertema “Bahaya Gadget bagi Kesehatan Mental Anak,” yang relevan dengan tantangan pola asuh di era digital saat ini.

Kegiatan yang dilaksanakan di balai Desa Jambangan ini dihadiri oleh sekitar 60 anggota PKK. Sejak awal acara, suasana tampak hangat dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti jalannya kegiatan dengan semangat, terlebih ketika materi yang disampaikan menyentuh persoalan sehari-hari yang mereka alami dalam mendampingi anak-anak di rumah.

Dalam pemaparannya, tim KKN UMM Kelompok 7 menjelaskan berbagai dampak penggunaan gadget secara berlebihan terhadap kondisi psikologis anak. Beberapa di antaranya adalah menurunnya kemampuan bersosialisasi karena anak cenderung lebih banyak berinteraksi dengan layar dibandingkan dengan lingkungan sekitar, gangguan konsentrasi akibat paparan konten yang cepat dan beragam, risiko kecanduan game maupun media sosial, hingga potensi gangguan emosi seperti mudah marah, cemas, dan sulit mengendalikan diri.

Mahasiswa juga memaparkan bahwa penggunaan gadget sebenarnya tidak sepenuhnya berdampak negatif apabila digunakan secara bijak dan dalam pengawasan orang tua. Gadget dapat menjadi sarana belajar, mencari informasi, bahkan mengembangkan kreativitas anak. Namun, tanpa pendampingan yang tepat, penggunaan yang berlebihan justru dapat menghambat tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari segi mental, sosial, maupun emosional.

Materi disampaikan secara komunikatif dengan bantuan media presentasi visual agar lebih mudah dipahami oleh para peserta. Tim KKN juga menyelipkan contoh-contoh kasus sederhana yang sering terjadi di lingkungan keluarga, sehingga ibu-ibu PKK dapat langsung mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi mereka. Pendekatan ini membuat suasana diskusi menjadi lebih hidup dan interaktif.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan. Banyak ibu-ibu yang mengungkapkan keresahan mereka, seperti anak yang sulit lepas dari ponsel, lebih memilih bermain game dibanding belajar, hingga tantrum ketika gadget diambil. Mahasiswa KKN memberikan beberapa solusi praktis, di antaranya menetapkan batas waktu penggunaan gadget, membuat aturan bersama yang disepakati anak, mendampingi saat anak mengakses internet, serta menyediakan alternatif kegiatan positif seperti bermain di luar rumah, membaca buku, mengikuti kegiatan keagamaan, maupun berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman sebaya.

Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua. Anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Oleh karena itu, orang tua juga perlu bijak dalam menggunakan gadget agar dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.

Kehadiran mahasiswa KKN UMM Kelompok 7 sebagai pengisi materi mendapat sambutan positif dari pengurus dan anggota PKK Desa Jambangan. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih siap menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Pemerintah Desa Jambangan, Bapak Fatchurrahman, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sinergi yang terjalin antara mahasiswa KKN UMM Kelompok 7 dengan PKK Desa Jambangan. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa program KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Desa Jambangan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik antara KKN UMM Kelompok 7 dengan PKK Desa Jambangan. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini dan sangat membantu para orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas keluarga di Desa Jambangan. Menurutnya, peran ibu sebagai garda terdepan dalam pengasuhan anak sangat penting, sehingga perlu didukung dengan pengetahuan yang memadai.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam memberikan edukasi yang kontekstual dan solutif. Melalui kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa, PKK, dan Pemerintah Desa, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental anak di era digital semakin meningkat, demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.