Kolaborasi Unidha, Paguyuban UMKM dan Kim Wonderful Jambangan Kunjungi Sentra UMKM Jelang Launching Website Paguyuban UMKM

  • Nov 05, 2025
  • Abdilla Mahardika
  • Kampung Zakat Terpadu

Tim Universitas Wisnuwardana Malang Kunjungi Pelaku UMKM Desa Jambangan dalam Program Kampung Zakat Terpadu

Desa Jambangan, Jumat 31 Oktober 2025 — Suasana penuh semangat tampak di sejumlah sentra usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Pada hari itu, tim dari Universitas Wisnuwardana Malang melakukan kunjungan ke berbagai pelaku UMKM sebagai bagian dari Program Kampung Zakat Terpadu Yayasan Al Hidayah yang terus berkembang dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan UMKM yang sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir di bawah program Kampung Zakat Terpadu. Fokus utama kunjungan kali ini adalah pengambilan foto dan video dokumentasi untuk keperluan pembuatan konten website Paguyuban UMKM Desa Jambangan, yang rencananya akan dilaunching dalam beberapa minggu ke depan sebagai etalase digital produk-produk unggulan warga.

Kunjungan yang Dihadiri Banyak Pihak

Dalam kegiatan tersebut, tim dari Universitas Wisnuwardana dipimpin oleh Ibu Wahyu Hindiawati, S.H., M.H. dan Bapak Galih Setyo Refangga, S.H., M.H., selaku Ketua Program Studi dan dosen di kampus tersebut. Mereka juga didampingi oleh dua mahasiswa, Elsadea Purnama dan Moh. Torik, yang turut membantu proses dokumentasi dan pendataan UMKM di lapangan.

Dari pihak desa, kegiatan ini didampingi langsung oleh pengurus Paguyuban UMKM Desa Jambangan, di antaranya Mas Wahyu, Mbak Ida, Mbak Dyas, Mbak Putri, serta Bapak Imam Asfali yang dikenal sebagai pendamping sentra tempe dan tahu Dusun Jegong.
Kehadiran para pendamping lokal ini menjadi kunci penting dalam memperlancar kegiatan, sebab mereka memahami dengan baik kondisi pelaku usaha di masing-masing dusun serta karakteristik produk unggulannya.

Sentra Opak dan Tempe-Tahu Jadi Fokus Utama

Dari rangkaian kunjungan hari itu, sentra produksi Opak dan sentra Tempe-Tahu Dusun Jegong menjadi fokus utama dokumentasi. Tim kampus bersama pengurus paguyuban menggali proses produksi dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga proses pengemasan.
Selain itu, tim juga mengunjungi beberapa unit usaha lain seperti Kopi Srawung, Kopi Grangsil, kerajinan kulit, dan kerajinan Pot Traso, Kerajinan Perkakas rumah tangga, kerajinan seni Bantengan yang juga menjadi bagian dari potensi ekonomi dan budaya Desa Jambangan.

Menurut Ibu Wahyu Hindiawati, kegiatan ini bukan sekadar pengambilan gambar semata, melainkan juga bagian dari pendampingan berkelanjutan agar pelaku UMKM Jambangan mampu bersaing di era digital.

“Kami melihat semangat luar biasa dari para pelaku UMKM di Desa Jambangan. Dengan adanya website paguyuban, nantinya produk mereka tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tapi juga bisa menjangkau pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Galih Setyo Refangga menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung membantu masyarakat dalam digitalisasi usaha. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” tuturnya.

UMKM Jambangan Semakin Maju dan Berdaya Saing

Desa Jambangan memang dikenal sebagai salah satu desa yang aktif dalam mengembangkan potensi ekonominya melalui berbagai sektor, terutama UMKM.
Dari data Paguyuban UMKM Desa Jambangan, saat ini sudah ada puluhan pelaku usaha yang tersebar di berbagai dusun dan telah didokumentasikan dalam program Kampung Zakat Terpadu.
Produk-produk unggulan seperti opak, tempe-tahu, kopi, serta kerajinan tangan menjadi ciri khas ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Dengan adanya website paguyuban yang tengah disiapkan, harapannya pemasaran produk UMKM bisa meningkat secara signifikan. Selain berfungsi sebagai etalase digital, website ini juga akan berisi profil pelaku usaha, galeri foto dan video, serta kontak yang memudahkan konsumen untuk melakukan pemesanan langsung.

Menurut Mbak Putri, salah satu pengurus Paguyuban UMKM Desa Jambangan, digitalisasi menjadi langkah penting agar produk warga tidak kalah bersaing.

“Kami ingin produk-produk Jambangan tidak hanya dikenal lewat mulut ke mulut, tapi bisa ditemukan lewat internet. Dengan adanya pendampingan dari kampus dan Yayasan Al Hidayah, kami optimis UMKM Jambangan akan semakin maju,” jelasnya.

Kolaborasi Berkelanjutan Melalui Kampung Zakat Terpadu

Program Kampung Zakat Terpadu yang dijalankan oleh Yayasan Al Hidayah di Desa Jambangan tidak hanya menyasar bidang ekonomi, tetapi juga mencakup aspek lingkungan hidup, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan di bawah program ini terus berjalan konsisten dengan dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Malang, Universitas Wisnuwardana Malang, KIM Wonderful Jambangan, serta Pemerintah Desa Jambangan sebagai pemangku wilayah.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi, lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya.
Menurut perwakilan KIM Wonderful Jambangan, kehadiran program Kampung Zakat telah membawa dampak nyata terutama dalam peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kolaborasi lintas sektor.
KIM Wonderful Jambangan sendiri berperan aktif dalam publikasi kegiatan, pendokumentasian, serta penyebaran informasi positif tentang perkembangan desa melalui berbagai kanal media.

“Kami melihat bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi di Jambangan menjadi kekuatan utama. Dari lingkungan, pertanian, hingga UMKM, semuanya bergerak seirama menuju kemandirian desa,” ungkap salah satu pengurus KIM Wonderful Jambangan.

Menuju Desa Digital dan Berdaya

Dengan berbagai kegiatan yang terus berjalan, Desa Jambangan kini semakin dikenal sebagai desa yang progresif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Digitalisasi UMKM melalui website paguyuban hanyalah salah satu langkah menuju visi besar Desa Jambangan sebagai Desa Digital yang transparan, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Program Kampung Zakat Terpadu menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kemandirian ekonomi umat berbasis potensi lokal.
Dari semangat para pelaku UMKM, dukungan kampus dan yayasan, hingga keterlibatan aktif pemerintah desa dan KIM Wonderful Jambangan, semuanya menunjukkan bahwa perubahan menuju desa maju bukanlah mimpi, tetapi kenyataan yang terus diwujudkan langkah demi langkah.

_______