Kunjungan Mahasiswa Universitas Brawijaya ke Kelompok Tani Lestari

  • Mar 14, 2025
  • Wahyu Cahyono
  • PERTANIAN DAN PETERNAKAN

Jambangan – Pada Jumat, 14 Maret 2025, Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, kembali menerima kunjungan dari mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang. Kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya, dengan tujuan untuk melakukan survey dan penjajakan kerjasama antara Tim Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Ekonomi dengan kelompok tani setempat, salah satunya Kelompok Tani (Poktan) Lestari.

Rombongan mahasiswa yang terdiri dari Abidah, Pauline, Ridho, Rheyna, dan Samuel disambut hangat oleh Ketua Poktan Lestari, Pak Wagiyanto. Sesi wawancara dan diskusi berlangsung di rumah ketua Poktan, sebelum kemudian dilanjutkan dengan survey lapangan di kebun kopi milik para petani setempat.

Riset untuk Proposal Pengajuan Dana ke BUMN

Kunjungan ini memiliki tujuan khusus, yakni mengumpulkan data dan melakukan riset terkait potensi perkebunan kopi di Desa Jambangan. Data yang diperoleh nantinya akan digunakan sebagai bahan proposal yang akan diajukan ke BUMN, dalam hal ini PT Pertamina, untuk mendapatkan dukungan pendanaan bagi pengembangan pertanian kopi di desa ini.

Menurut Ridho, salah satu mahasiswa yang ikut dalam survey ini, program ini bertujuan untuk memajukan sektor pertanian di desa dengan bantuan dana dari pihak luar, sehingga para petani bisa mengembangkan usaha mereka dengan lebih baik.

“Kami ingin membantu para petani mendapatkan akses pendanaan agar usaha perkebunan kopi di sini bisa berkembang lebih modern dan produktif,” ujar Ridho.

Diskusi dengan Petani dan Kunjungan ke Kebun Kopi

Dalam sesi wawancara, mahasiswa banyak bertanya mengenai proses budidaya kopi, kendala yang dihadapi petani, serta peluang pengembangan sektor ini. Ketua Poktan Lestari, Pak Wagiyanto, menjelaskan bahwa saat ini perkebunan kopi di Dusun Sumbersari masih dikelola secara tradisional, dan banyak petani mengalami kendala dalam pemasaran serta permodalan.

“Kami sangat berharap ada dukungan dari pihak luar, baik dari kampus maupun perusahaan besar seperti Pertamina. Jika dana bisa didapat, kami ingin memperbaiki sistem pengolahan kopi agar hasilnya lebih berkualitas dan punya nilai jual tinggi,” kata Pak Wagiyanto.

Setelah sesi diskusi, rombongan mahasiswa melanjutkan survey mereka ke kebun kopi milik para petani untuk melihat langsung kondisi tanaman dan sistem pengelolaannya. Mereka juga melakukan dokumentasi dan mencatat berbagai informasi penting yang nantinya akan dimasukkan dalam proposal pengajuan dana.

Harapan Ke Depan

Kegiatan survey ini mendapat respons positif dari masyarakat dan kelompok tani setempat. Pak Wagiyanto berharap bahwa proposal yang sedang disusun bisa mendapat persetujuan dari BUMN, sehingga kerjasama antara Universitas Brawijaya dan petani Desa Jambangan bisa segera terealisasi.

“Kami sangat senang dengan adanya kunjungan ini. Semoga ada kelanjutan yang lebih nyata dalam bentuk bantuan dana atau program pemberdayaan petani di desa kami,” tambahnya.

Sementara itu, Pendamping dari Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Wonderful Jambangan juga akan membantu Mahasiswa yang melakukan survey dalam proses pengajuan proposal ini sampai berhasil. Jika berhasil, program ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Dusun Sumbersari, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil panen mereka.

Kunjungan ini menandai langkah awal yang positif dalam membangun kerjasama antara dunia akademik dan masyarakat petani, dengan harapan memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian di Desa Jambangan.