Lailatul ijtima' Ranting NU Desa Jambangan: Menguatkan Spirit Keagamaan dan Kebersamaan Warga Nahdliyyin
- Apr 23, 2025
- Wahyu Cahyono
- KEAGAMAAN
Lailatul Ijtima’ NU Ranting Jambangan: Menguatkan Spirit Keagamaan dan Kebersamaan Warga
Jambangan, 23 April 2025 – Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan menyelimuti Mushola Al-Barokah RW 04 Krajan Jambangan saat kegiatan rutin bulanan Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Jambangan berlangsung. Acara yang digelar pada Rabu malam ini menjadi momentum spiritual sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga dan tokoh masyarakat setempat.
Lailatul Ijtima’ merupakan kegiatan bulanan yang secara konsisten dilaksanakan di setiap masjid dan mushola yang ada di wilayah Desa Jambangan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ibadah, tetapi juga menjadi ruang edukasi keagamaan dan penguatan nilai-nilai sosial kemasyarakatan dalam bingkai ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Acara diawali dengan pembacaan surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh Bapak Haji Abdulloh. Pembacaan ini ditujukan untuk memohon keberkahan serta sebagai bentuk penghormatan kepada para muassis (pendiri) NU serta sesepuh NU Desa Jambangan yang telah berjasa besar dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di masyarakat. Selanjutnya, doa khusus dan pembacaan tahlil dipimpin oleh Bapak Ustadz Ali Murtadlho yang menambah kekhusyukan malam itu.
Agenda utama acara dilanjutkan dengan pembacaan Istighosah oleh Bapak Fatthuroman. Lantunan dzikir dan doa bersama tersebut menjadi momen spiritual yang menggugah hati para jamaah, yang berharap agar desa dan seluruh warganya senantiasa diberikan perlindungan dan keberkahan oleh Allah SWT.
Dalam kesempatan ini, hadir pula Kepala Desa Jambangan, Bapak Eko Budi Cahyono, beserta jajaran staf dan perangkat desa. Kehadiran mereka menegaskan sinergi yang erat antara Pemerintah Desa dengan organisasi keagamaan seperti NU dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
Ketua Ranting NU Jambangan, Bapak Ahmad Junaidi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jamaah yang terus menjaga konsistensi kegiatan ini. Ia berharap, Lailatul Ijtima’ bisa menjadi sarana dakwah yang efektif untuk membumikan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat, serta sebagai benteng moral di era modern.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Jambangan, Eko Budi Cahyono. Dalam pidatonya, ia menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat semakin menguatkan peran NU di masyarakat serta meningkatkan kolaborasi antara Pemerintah Desa dan lembaga keagamaan. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan Lailatul Ijtima’ ini. Semoga dengan kegiatan rutin seperti ini, NU dan Pemerintah Desa Jambangan dapat terus bersinergi untuk memajukan kehidupan keagamaan masyarakat,” ujar beliau.
Acara berlanjut dengan pengajian kitab Bulughul Maram yang disampaikan oleh Kyai Haji Luqman Hakim. Pada kesempatan kali ini, beliau membahas bab tentang adab buang hajat. Materi ini dirasa penting karena menyentuh aspek keseharian umat Islam yang sering kali terlupakan. Dalam pengajiannya, KH Luqman Hakim juga mengajarkan doa masuk dan keluar kamar mandi, yang menjadi bagian penting dari adab Islami:
Doa Masuk WC
Arab: اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ
Latin: Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para setan laki-laki dan setan perempuan."
Doa Keluar WC
Arab: غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ
Latin: Ghufranaka alhamdulillahilladzi azhaba ‘annil adzaa wa’aafaanii
Artinya: "Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan menyejahterakan."
Acara ditutup dengan doa oleh Bapak Haji Abdulloh, yang memohon agar kegiatan ini membawa manfaat dunia dan akhirat bagi seluruh jamaah. Setelah doa penutup, suasana keakraban tampak jelas dalam sesi ramah tamah antara para pengurus NU, tokoh masyarakat, dan jamaah Mushola Al-Barokah. Hidangan sederhana yang disajikan menjadi pelengkap indah dalam nuansa kekeluargaan malam itu.
Lailatul Ijtima’ di Jambangan bukan sekadar rutinitas, namun telah menjadi tradisi spiritual yang memperkokoh jati diri keislaman masyarakat. Harapan besar pun mengemuka agar kegiatan ini terus hidup dan berkembang, sebagai cahaya penerang jalan bagi umat di tengah tantangan zaman.