Malam Penutupan KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Mahasiswa dan Warga Sumbersari

  • Feb 07, 2026
  • Abdilla Mahardika
  • BAKTI KIM

Malam Penutupan KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Mahasiswa dan Warga Sumbersari

Malam Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang yang digelar pada Jum’at, 6 Februari 2026, berlangsung penuh kehangatan dan emosi. Bertempat di halaman Posko Putri Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini menjadi momen refleksi sekaligus perpisahan yang sarat makna bagi mahasiswa dan masyarakat.

Kegiatan penutupan diawali dengan penampilan tari-tarian dari anak-anak SD Negeri 3 Jambangan, hasil latihan bersama mahasiswa KKN selama dua minggu. Penampilan ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebersamaan, pendampingan, dan transfer pengetahuan yang terjalin selama mahasiswa menjalankan pengabdian di dusun tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Kelompok 7 KKN Universitas Wisnuwardhana Malang, Saudari Debbi, menyampaikan kesan mendalam atas sambutan luar biasa yang diberikan oleh masyarakat Dusun Sumbersari. Ia menuturkan bahwa sejak hari pertama kedatangan, mahasiswa merasa diterima bukan sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar dusun.

“Kami datang dengan niat belajar dan mengabdi, namun justru pulang membawa banyak pelajaran hidup tentang kebersamaan, gotong royong, dan ketulusan,” ungkap Debbi. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dusun, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta lembaga pendidikan yang telah mendukung dan berkolaborasi aktif dalam setiap program kerja KKN.

Debbi juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat sikap, tutur kata, maupun tindakan mahasiswa yang kurang berkenan. Menurutnya, keterbatasan sebagai mahasiswa tidak mengurangi ketulusan mereka dalam mengabdi dan belajar bersama masyarakat.

Kesan mendalam tidak hanya dirasakan oleh ketua kelompok, tetapi juga oleh seluruh mahasiswa KKN. Kebersamaan yang terjalin selama beberapa pekan membuat proses perpisahan terasa berat. Hal tersebut tergambar jelas saat salah satu mahasiswa, Alfred, mengungkapkan perasaannya, “Kita belum siap pulang, Ketua.” Ungkapan singkat tersebut mewakili perasaan seluruh anggota KKN yang telah terikat secara emosional dengan warga Sumbersari.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol terima kasih dan kenangan. Dilanjutkan pemutaran video dokumenter perjalanan KKN dari awal kedatangan hingga menjelang penutupan, yang semakin menguatkan kesan mendalam bagi mahasiswa dan warga. Banyak momen kebersamaan yang kembali mengundang senyum sekaligus air mata.

Malam penutupan semakin semarak dengan berbagai penampilan seni dari mahasiswa, seperti tari khas Sumba, pencak silat, dan Tari Banyuwangi. Ragam budaya tersebut menjadi pesan tersendiri bahwa perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan selama KKN.

Di akhir acara, suasana haru menyelimuti saat mahasiswa dan warga saling bersalaman. Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari ikatan kekeluargaan yang telah terjalin. Mahasiswa KKN Universitas Wisnuwardhana Malang pun menyampaikan pesan dan harapan agar silaturahmi tetap terjaga, serta berjanji akan kembali berkunjung ke Dusun Sumbersari di kemudian hari.

Malam itu menjadi bukti bahwa KKN bukan sekadar program akademik, tetapi perjalanan batin yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap mahasiswa yang menjalaninya.