Ngaji Serentak Ranting NU desa Jambangan di Mushola At Thohiriyah
- Jul 12, 2026
- Abdilla Mahardika
- KEAGAMAAN
PRNU Desa Jambangan Gelar Ngaji Bareng, Bahas Thaharah dan Syarat Sah Bersuci dalam Kitab Fathul Qorib
Jambangan, 12 Juli 2026 – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang kembali menggelar kegiatan Ngaji Bareng sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan pemahaman keagamaan warga Nahdliyin. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu malam Senin, 12 Juli 2026 tersebut dimulai pukul 17.30 WIB atau setelah salat Magrib berjamaah hingga selesai, bertempat di Musholla At Tohiriyah, RT 06 RW 01 Dusun Krajan, Desa Jambangan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi yang diterbitkan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Jambangan kepada seluruh jajaran pengurus ranting, badan otonom NU, serta warga Nahdliyin dan jamaah di sekitar Musholla At Tohiriyah. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran jamaah yang memenuhi area musholla untuk mengikuti kajian kitab secara bersama-sama.
Acara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Jambangan, Ustadz Ahmad Junaidi, didampingi Rois Syuriah Haji Fahrurrazy beserta jajaran pengurus ranting NU lainnya. Turut hadir Kepala Desa Jambangan, Eko Budi Cahyono, ST, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat karakter religius masyarakat Desa Jambangan.
Pengamanan kegiatan juga mendapat dukungan dari anggota Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) NU Desa Jambangan. Sejak sebelum acara dimulai, personel BANSER telah bersiaga membantu pengaturan parkir kendaraan jamaah, menjaga keamanan lingkungan sekitar musholla, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Kehadiran BANSER mendapat apresiasi dari jamaah karena mampu menciptakan suasana yang nyaman selama pelaksanaan pengajian.
Pada kesempatan tersebut, Haji Lukman Hakim menyampaikan kajian Kitab Fathul Qorib dengan melanjutkan pembahasan pada pertemuan sebelumnya mengenai bab thaharah (bersuci). Materi difokuskan pada pengertian bersuci serta syarat-syarat sah bersuci dari hadats kecil maupun hadats besar sebagai bekal utama seorang muslim dalam menjalankan ibadah.
Dalam penjelasannya, beliau menegaskan bahwa bersuci merupakan syarat utama sahnya ibadah, khususnya salat. Oleh karena itu, setiap muslim wajib memahami tata cara bersuci sesuai tuntunan syariat Islam. Hadats kecil dijelaskan dapat disucikan dengan berwudu menggunakan air yang suci dan mensucikan. Sementara hadats besar hanya dapat dihilangkan melalui mandi wajib dengan memenuhi seluruh rukun dan syarat yang telah ditetapkan dalam fikih.
Selain menjelaskan perbedaan hadats kecil dan hadats besar, pemateri juga menguraikan syarat-syarat sah bersuci, antara lain menggunakan air yang suci dan mensucikan, menghilangkan najis yang terdapat pada badan, pakaian, maupun tempat sebelum beribadah, serta melaksanakan seluruh rukun wudu dan mandi wajib secara sempurna. Penjelasan tersebut disampaikan secara sistematis disertai berbagai contoh yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan jamaah memahami sekaligus mengamalkan ilmu yang diperoleh.
Suasana pengajian berlangsung interaktif. Beberapa jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan mengenai persoalan-persoalan fikih yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, terutama berkaitan dengan tata cara bersuci. Seluruh pertanyaan dijawab secara rinci dengan merujuk pada Kitab Fathul Qorib sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta.
Setelah kajian selesai, seluruh jamaah melaksanakan salat Isyak berjamaah. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah yang menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pengurus ranting NU, pemerintah desa, tokoh agama, dan seluruh jamaah yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Widi dan Ustadz Cholis selaku pengurus Musholla At Tohiriyah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Jambangan, Kepala Desa Jambangan, serta seluruh jamaah yang telah berkenan hadir dan menyukseskan kegiatan Ngaji Bareng. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai media memperdalam ilmu agama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di tengah masyarakat Desa Jambangan.