Pembacaan Maulid Simtuduror dan Tasyakuran Selapanan pernikahan di Kediaman Ustadz Ali Murtadlo
- Dec 09, 2025
- Abdilla Mahardika
- KEAGAMAAN
Pembacaan Maulid Simtuduror dan Tasyakuran Selapanan pernikahan di Kediaman Ustadz Ali Murtadlo
Jambangan, 9 Desember 2025 – Semarak lantunan sholawat menggema di kediaman Ustadz Ali Murtadlo di Lipur RT 41 RW 07 Desa Jambangan pada Selasa malam Rabu (9/12/2025). Puluhan jamaah berkumpul dalam rangka Pembacaan Maulid Simtuduror bersama Majelis Maulid Wat Ta’lim Al Mustafa dari Pondok Pesantren PPAI Tarbiyatul Atfal Dadapan. Kegiatan religius ini berlangsung mulai pukul 19.30 WIB ba’da salat Isya dengan suasana penuh kehangatan dan keberkahan.
Acara tersebut sekaligus menjadi tasyakuran selapanan (36 hari) pernikahan putra dari Ustadz Ali Murtadlo. Sebagai ungkapan syukur, keluarga besar mengadakan majelis sholawat agar doa dan keberkahan senantiasa menyertai kedua mempelai dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Seluruh jamaah yang hadir turut mendoakan agar pasangan pengantin tersebut diberikan kemudahan, ketenteraman, serta dijauhkan dari segala kesulitan di masa depan.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan pembacaan Maulid Simtuduror yang dipimpin oleh para qari’ dari Majelis Al Mustafa. Suara sholawat yang bergema dengan merdu menciptakan suasana religius yang menyentuh hati seluruh jamaah. Rumah kediaman Ustadz Ali Murtadlo tampak dipenuhi warga yang datang dari berbagai wilayah sekitar, memperlihatkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang penuh nilai kebaikan ini.
Turut hadir dalam acara ini para pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Jambangan, warga sekitar, tokoh masyarakat, serta personel Banser Desa Jambangan yang berperan dalam menjaga ketertiban dan kelancaran jalannya kegiatan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan dan penghormatan terhadap tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat di masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren PPAI Tarbiyatul Atfal menyampaikan tausiyah yang berisi penjelasan mendalam mengenai fadhilah membaca sholawat. Beliau menegaskan bahwa memperbanyak sholawat memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
-
Meringankan beban hati dan menenangkan jiwa,
-
Mendatangkan kemudahan rezeki,
-
Mendapatkan ampunan dari seluruh makhluk ketika berada di alam kubur,
-
Ditinggikan kedudukannya di Padang Mahsyar,
-
Didekatkan dengan Rasulullah Muhammad SAW,
-
Dikarenakan memperoleh keutamaan ketika kelak bertemu dengan Allah SWT.
Tausiyah tersebut mampu menggugah hati jamaah untuk semakin meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah melalui pembacaan sholawat dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai spiritual yang disampaikan menjadi pengingat bahwa sholawat tidak hanya bagian dari ibadah, tetapi juga sumber ketenteraman hidup.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para asatidz, memohon keselamatan, keberkahan, dan kebahagiaan bagi seluruh jamaah serta kedua mempelai yang sedang memasuki masa awal pernikahan. Setelah itu dilanjutkan dengan ramah tamah yang menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
Kegiatan Maulid Simtuduror dan tasyakuran selapanan ini menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Desa Jambangan. Selain memperkuat ukhuwah islamiyah, acara semacam ini juga menjadi sarana menyemai nilai keberkahan, cinta Rasul, dan doa bersama demi terciptanya keluarga dan masyarakat yang penuh kedamaian.