Tuntas Sudah Proker Utama: Mahasiswa KKN UMM Bangun Pintu Irigasi, Perkuat Sistem Pengairan Sawah Desa Jambangan
- Feb 10, 2026
- Musthafa Ahmad Al Ghifary
- PERTANIAN DAN PETERNAKAN, PEMBANGUNAN
Mahasiswa KKN UMM Bangun Pintu Irigasi, Perkuat Sistem Pengairan Sawah Desa Jambangan
Jambangan, Dampit — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menuntaskan salah satu program kerja utamanya berupa pembangunan pintu irigasi di Desa Jambangan pada Selasa (10/2/2026). Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa.
Sebagaimana diketahui, sebagian besar warga Desa Jambangan menggantungkan hidup dari hasil pertanian. Namun dalam praktiknya, distribusi air sawah di beberapa titik masih belum berjalan optimal. Ketiadaan atau rusaknya pintu irigasi menyebabkan aliran air tidak terkontrol dengan baik, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan distribusi air antar lahan pertanian. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada menurunnya hasil panen, tetapi juga berisiko memicu kesalahpahaman bahkan konflik antar petani.
Koordinator program kerja pembangunan pintu irigasi, Rifdah Nuur Fauziyyah, mahasiswa aktif Program Studi Psikologi UMM, menjelaskan bahwa pemilihan program ini didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat. “Distribusi air yang tidak merata dapat menurunkan produktivitas pertanian dan memicu konflik antar petani. Dengan adanya pintu irigasi, aliran air dapat diatur secara lebih tertib, terjadwal, dan adil,” jelasnya.
Perencanaan program diawali dengan diskusi internal mahasiswa KKN yang kemudian dilanjutkan dengan observasi lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan secara langsung. Hasil pengamatan tersebut dikomunikasikan kepada Pemerintah Desa Jambangan sebagai bahan pertimbangan dan dasar pengambilan keputusan. Meskipun pada awalnya pembangunan pintu irigasi belum dipandang sebagai kebutuhan yang sangat mendesak, setelah dilakukan pembahasan lebih mendalam terkait dampak jangka panjangnya terhadap pertanian desa, perangkat desa akhirnya menyetujui pelaksanaan program tersebut.
Proses pembangunan melibatkan mahasiswa KKN sebagai pelaksana utama yang berkoordinasi dengan perangkat desa. Untuk memastikan kualitas bangunan sesuai standar teknis, tim juga menggandeng tenaga tukang berpengalaman. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan nyata di tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, tim KKN menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan anggaran dan tenaga kerja. Rifdah mengungkapkan bahwa dukungan dari pemerintah desa menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Tanpa kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, pembangunan pintu irigasi tidak akan berjalan secara optimal.
Respons terhadap program ini pun cukup positif. Pemerintah desa menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Para petani diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari sistem pengairan yang lebih tertata dan terkontrol, sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Jambangan.
Mewakili Pemerintah Desa Jambangan, Bapak Jumar selaku Kaur Perencanaan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Mahasiswa KKN Kelompok 7 UMM atas kontribusi nyata yang telah diberikan. “Kami dari Pemerintah Desa Jambangan mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada adik-adik mahasiswa KKN UMM Kelompok 7 yang telah membantu pembangunan pintu irigasi ini. Program ini sangat bermanfaat bagi para petani dan menjadi langkah positif dalam mendukung ketahanan pangan desa. Semoga kerja sama antara perguruan tinggi dan desa seperti ini dapat terus terjalin di masa mendatang,” ujar beliau.
Meski pembangunan telah selesai, evaluasi menyeluruh terhadap dampak program masih akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan. Tim KKN menekankan bahwa keberlanjutan manfaat pintu irigasi sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas tersebut. Rasa memiliki dan tanggung jawab bersama menjadi kunci agar sarana yang telah dibangun dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat.
Keberhasilan pembangunan pintu irigasi ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa KKN UMM mampu menjadi katalis perubahan sosial di tengah masyarakat. Tidak hanya menghadirkan solusi teknis melalui teknologi tepat guna, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata, solutif, dan berorientasi pada kebutuhan lokal.