Universitas Brawijaya Serahkan Alat Roasting Kopi Untuk UMKM Kopi Grangsil

  • Oct 25, 2025
  • Abdilla Mahardika
  • INFO PEMERINTAHAN , UMKM DAN PARIWISATA

Universitas Brawijaya Serahkan Alat Roasting Kopi untuk UMKM Kopi Grangsil Desa Jambangan

Desa Jambangan, Sabtu 25 Oktober 2025 — Suasana hangat dan penuh keakraban tampak di Omah Kopi Grangsil, rumah produksi milik Ibu Sriwati, pelaku UMKM kopi yang dikenal dengan merek Kopi Grangsil. Pagi itu, berlangsung kegiatan penting berupa penyerahan alat roasting kopi dari Universitas Brawijaya (UB) Malang kepada UMKM Kopi Grangsil, sebagai bentuk hasil akhir program riset mahasiswa Universitas Brawijaya yang dilakukan di Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai pihak. Dari Pemerintah Desa Jambangan tampak hadir Kepala Desa Eko Budi Cahyono, ST, Kepala Dusun Grangsil Bapak Gito, serta beberapa perangkat desa yakni Bapak Trimo, Sukirno, dan Winarto. Sementara dari pihak Universitas Brawijaya hadir Bapak Supriyono dan Ibu Mar'atul Fauziyah dosen pembimbing mahasiswa yang melakukan riset.

Turut hadir pula tujuh mahasiswa Universitas Brawijaya yang terlibat langsung dalam riset, yaitu Rama Oktavian, Abidah Khairunniswah, Farid Andra Ceri, Fernando Rangel da Silva, Leona Rengga Ardeil Hananta, Nanda Ridlo Nur Muhammad, dan Samuel Alvito Deanova. Dari unsur masyarakat, tampak Supriono selaku Ketua RT 08 Dusun Grangsil, Lianto, Putri Sukma Citra dan beberapa warga lainnya, serta Tim Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Wonderful Jambangan yang bertugas mendokumentasikan jalannya kegiatan.

Acara berlangsung dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan. Kegiatan penyerahan alat ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi simbol nyata sinergi antara dunia kampus dengan masyarakat desa dalam pengembangan potensi lokal, khususnya sektor kopi yang menjadi komoditas unggulan di wilayah Jambangan.

Awal Mula Program Riset

Program riset mahasiswa Universitas Brawijaya ini dimulai sejak Mei 2025, berawal dari kegiatan survei yang dilakukan oleh tim mahasiswa. Menariknya, ide riset ini muncul setelah mereka menemukan profil Desa Jambangan melalui website resmi desa serta website KIM Wonderful Jambangan serta media sosial desa Jambangan yang aktif menampilkan potensi lokal, termasuk informasi mengenai produk kopi yang dikelola warga. Dari hasil penelusuran itu, tim mahasiswa memutuskan untuk menjadikan Desa Jambangan sebagai lokasi riset pengembangan teknologi pascapanen kopi.

Sebelumnya, di tahun yang sebelumya, tim mahasiswa UB yang berbeda juga melakukan riset di Dusun Sumbersari dengan fokus pada mesin pengering kopi. Namun, berdasarkan hasil riset, diketahui bahwa kopi yang dikeringkan menggunakan mesin justru kurang diminati oleh konsumen, karena cita rasanya dinilai berbeda dibandingkan kopi yang dikeringkan secara manual di bawah sinar matahari.

Belajar dari pengalaman tersebut, Abidah Khairunniswah dan Timnya kemudian mengajukan inovasi berbeda berupa alat roasting kopi (oven) yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan konsistensi hasil sangrai, tanpa mengubah karakteristik cita rasa kopi lokal. Untuk mewujudkan pengajuan alat roasting ini, syaratnya adalah harus bermitra dengan UMKM yang telah memiliki legalitas dan produk kopi yang sudah dikenal masyarakat.

Kopi Grangsil Terpilih Sebagai Mitra

Di Desa Jambangan sendiri terdapat dua UMKM kopi yang cukup dikenal, yaitu Kopi Srawung dari Dusun Krajan dan Kopi Grangsil dari Dusun Grangsil. Karena Kopi Srawung telah lebih dulu memiliki alat roasting sendiri, maka pilihan mitra akhirnya jatuh kepada Kopi Grangsil milik Ibu Sriwati. Setelah melalui proses administrasi dan penandatanganan kontrak kemitraan, tim mahasiswa kemudian memulai tahap perakitan alat roasting yang memakan waktu sekitar dua bulan.

Akhirnya, pada Sabtu, 25 Oktober 2025, proses panjang tersebut mencapai puncaknya dengan dilakukannya penyerahan alat roasting secara resmi kepada mitra UMKM.

Sambutan dan Harapan

Dalam sambutannya, Bapak Supriyono selaku dosen pembimbing menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Jambangan serta warga Dusun Grangsil yang telah menyambut baik kegiatan riset mahasiswa. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, dengan topik riset lain yang relevan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah desa dan masyarakat Jambangan. Mahasiswa kami banyak belajar dari warga tentang proses produksi kopi secara tradisional. Kami berharap hasil riset ini membawa manfaat nyata, bukan hanya bagi mitra UMKM, tapi juga bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jambangan, Eko Budi Cahyono, ST, dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada Universitas Brawijaya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa merupakan langkah konkret dalam memperkuat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kami menyambut baik inisiatif Universitas Brawijaya ini. Semoga alat roasting yang diserahkan hari ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk Kopi Grangsil, tapi juga secara kolektif untuk warga Grangsil dan masyarakat Jambangan pada umumnya,” tutur Eko.

Senada dengan itu, Ibu Sriwati selaku pemilik Kopi Grangsil juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari mahasiswa dan pihak universitas. Ia berharap dengan adanya alat roasting baru ini, kualitas produksi kopi bisa semakin meningkat dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Penutup yang Penuh Keakraban

Setelah acara serah terima dan sesi dokumentasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di rumah Kepala Dusun Grangsil. Suasana penuh canda dan tawa mengiringi momen kebersamaan tersebut. Para mahasiswa, perangkat desa, dan warga tampak berbincang santai sambil menikmati sajian kopi hasil olahan warga setempat.

Kegiatan ini menandai babak baru kolaborasi antara Universitas Brawijaya dan Desa Jambangan. Bukan hanya sebagai ajang riset akademik, tetapi juga bentuk nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap pengembangan ekonomi masyarakat desa berbasis potensi lokal.

Dengan adanya alat roasting kopi ini, diharapkan Kopi Grangsil semakin berkembang dan mampu membawa nama Desa Jambangan sebagai salah satu sentra kopi berkualitas di Kabupaten Malang.

(Tim KIM Wonderful Jambangan)