Warga Dusun Grangsil Gelar Gugur Gunung untuk Perawatan dan Pembersihan Makam
- Feb 20, 2025
- Abdilla Mahardika
- SOSIAL KEMASYARAKATAN
Jambangan, 20 Februari 2025 – Warga Dusun Grangsil, Desa Jambangan, menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong dengan menggelar kegiatan gugur gunung berupa kerja bakti perawatan dan pembersihan makam. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 20 Februari 2025, di area pemakaman yang terletak di RW 02, tepatnya di RT 08.
Kerja bakti ini dipimpin langsung oleh Kepala Dusun, Pak Gito, serta didukung oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Kebayan Pak Trimo, Modin Pak Takim, Ketua RW Sukari, dan tokoh masyarakat setempat, Bapak Masykur. Partisipasi aktif dari warga sekitar menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan serta penghormatan terhadap leluhur yang dimakamkan di area tersebut.
Menurut Pak Gito, kegiatan ini merupakan tradisi yang terus dilestarikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kerapihan tempat peristirahatan terakhir para leluhur. “Kami ingin memastikan bahwa makam tetap terawat dan bersih. Ini juga menjadi sarana bagi warga untuk mempererat kebersamaan dalam gotong royong,” ujarnya.
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan dengan membawa alat-alat seperti cangkul, sabit, dan sapu untuk membersihkan area makam. Gulma dan rumput liar yang tumbuh di sekitar makam dicabut, sampah-sampah yang berserakan dikumpulkan, serta beberapa makam yang mulai tertutup tanah kembali dirapikan. Selain itu, beberapa warga juga membantu memperbaiki akses jalan menuju makam agar lebih nyaman digunakan oleh peziarah.
Ketua RW Sukari mengapresiasi antusiasme warga dalam kegiatan ini. “Gotong royong ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan di Dusun Grangsil masih sangat kuat. Dengan adanya kerja bakti ini, kita tidak hanya menjaga kebersihan makam tetapi juga membangun silaturahmi antarwarga,” katanya.
Tokoh masyarakat, Bapak Masykur, juga menyampaikan bahwa selain untuk menjaga kebersihan, kegiatan ini memiliki nilai spiritual yang tinggi. “Membersihkan makam bukan hanya soal fisik, tetapi juga menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang telah mendahului kita. Ini adalah bentuk ibadah dan doa bersama,” ujarnya.
Kerja bakti ini berlangsung hingga siang hari dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Modin Pak Takim. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin agar lingkungan pemakaman tetap terjaga dengan baik. Mereka juga berharap semakin banyak generasi muda yang ikut serta dalam kegiatan ini agar nilai-nilai gotong royong tidak luntur seiring berjalannya waktu.
Dengan adanya kegiatan gugur gunung ini, warga Dusun Grangsil kembali menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan masih tetap kuat. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana tradisi gotong royong masih hidup dan menjadi bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.