Warga RW 3 Dusun Sumbersari bersama Muspika Dampit dan Pemdes Jambangan Gelar Baksos Bedah Rumah Ringan Milik Anak Yatim
- Mar 18, 2026
- Abdilla Mahardika
- INFO PEMERINTAHAN , SOSIAL KEMASYARAKATAN
Warga RW 3 Dusun Sumbersari bersama Muspika Dampit dan Pemdes Jambangan Gelar Baksos Bedah Rumah Ringan Milik Anak Yatim
Dampit – Semangat kepedulian sosial di penghujung bulan suci Ramadhan 1447 H kembali ditunjukkan oleh berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Dampit. Warga RW 03 Dusun Sumbersari bersama Muspika Dampit dan Pemerintah Desa Jambangan menggelar kegiatan bakti sosial berupa bedah rumah ringan milik anak yatim pada Rabu, 18 Maret 2026, atau dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan ini dipusatkan di rumah peninggalan almarhum Riadi yang kini dihuni oleh anak-anaknya yang masih di bawah umur. Kondisi rumah yang sudah tidak layak huni, dengan beberapa bagian bangunan yang rusak dan memprihatinkan, menjadi perhatian bersama. Hal ini menggugah kepedulian berbagai pihak untuk segera mengambil tindakan nyata agar anak-anak tersebut dapat tinggal di tempat yang lebih layak, terlebih menjelang hari kemenangan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Dampit, Abai Saleh, S.Sos., bersama jajaran Muspika Dampit yang terdiri dari unsur Koramil dan Polsek Dampit. Dari wilayah desa, hadir Kepala Dusun Sumbersari, Sukirno, Babinsa Desa Jambangan Yusuf Efendi, serta jajaran Pemerintah Desa Jambangan. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif warga RW 03 yang dengan penuh semangat bergotong royong membantu proses perbaikan rumah.
Sejak pagi hari, warga bersama aparat telah berkumpul untuk memulai kegiatan. Dengan membawa peralatan seadanya, mereka bahu-membahu memperbaiki bagian rumah yang rusak, mulai dari pembenahan atap, dinding, hingga pembersihan lingkungan sekitar. Meski dilakukan secara sederhana, kegiatan bedah rumah ringan ini memberikan dampak yang sangat berarti bagi anak-anak penghuni rumah tersebut.
Camat Dampit, Abai Saleh, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa bulan Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk berbagi dan membantu sesama, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.
“Ini adalah wujud kebersamaan kita semua. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak almarhum Riadi juga dapat merasakan kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri. Jangan sampai ada saudara kita yang tertinggal dalam kebahagiaan hanya karena keterbatasan kondisi,” ungkapnya.
Kepala Dusun Sumbersari, Sukirno, juga mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam kegiatan ini. Ia menyebut bahwa gotong royong seperti ini merupakan kekuatan utama masyarakat desa yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Alhamdulillah, warga sangat antusias. Ini bukti bahwa rasa kebersamaan dan kepedulian masih sangat kuat di tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Babinsa Desa Jambangan, Yusuf Efendi, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada anak-anak yatim tersebut. Kehadiran banyak pihak di tengah mereka menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri dan tetap mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitar.
Warga RW 03 Dusun Sumbersari pun terlihat kompak dan penuh semangat dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, saling membantu dan berbagi tugas demi mempercepat proses perbaikan rumah. Kebersamaan yang terjalin menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Selain perbaikan fisik rumah, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian bantuan sosial berupa kebutuhan pokok untuk menunjang kebutuhan sehari-hari anak-anak tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Di penghujung Ramadhan yang penuh berkah ini, kebersamaan menjadi kunci dalam menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Harapan besar pun disematkan agar anak-anak almarhum Riadi dapat merasakan suasana Idul Fitri dengan penuh suka cita, seperti anak-anak lainnya. Dengan rumah yang lebih layak dan dukungan dari masyarakat sekitar, diharapkan mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan penuh semangat.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati di Hari Raya Idul Fitri tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga ketika mampu berbagi dan menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang peduli dan berkeadilan sosial.