Kelompok Tani Barokah Gelar Gerdal Tikus Bersama PPL BPP Dampit

  • May 13, 2026
  • Abdilla Mahardika
  • PERTANIAN DAN PETERNAKAN

Kelompok Tani Barokah Desa Jambangan Gelar Gerdal Tikus Bersama PPL BPP Pertanian Dampit

Jambangan – Upaya menjaga produktivitas pertanian dan menekan serangan hama tikus terus dilakukan oleh para petani di Desa Jambangan. Pada Rabu, 13 Mei 2026, Kelompok Tani Barokah Desa Jambangan bersama Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) dari BPP Pertanian Dampit melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Tikus (Gerdal Tikus) di area persawahan Sawah Rojo, Dusun Krajan, Desa Jambangan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB tersebut diikuti oleh anggota kelompok tani dan para petugas penyuluh pertanian. Para petani tampak antusias mengikuti kegiatan karena serangan hama tikus belakangan dinilai mulai mengganggu pertumbuhan tanaman padi di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan Gerdal Tikus kali ini, metode pengendalian yang digunakan adalah sistem pengemposan menggunakan Astutik PS62 atau yang lebih dikenal sebagai emposan tikus. Metode ini dipilih karena dinilai efektif untuk membasmi tikus sawah yang bersarang di dalam lubang-lubang pematang maupun area persawahan.

Petugas penyuluh pertanian menjelaskan bahwa emposan Astutik PS62 bekerja dengan sistem fumigasi atau pengasapan. Produk tersebut dibakar kemudian dimasukkan ke dalam liang atau sarang tikus yang masih aktif. Setelah itu, lubang segera ditutup dengan tanah agar asap tidak keluar dan menyebar maksimal ke seluruh sarang tikus.

Asap yang dihasilkan dari emposan tersebut mengandung racun pernapasan yang mampu membasmi tikus secara efektif. Selain itu, penggunaan metode ini dinilai lebih efisien karena dapat menjangkau sarang tikus yang sulit dibersihkan secara manual. Produk Astutik PS62 juga disebut menggunakan bahan aktif ganda yang diklaim aman bagi lingkungan apabila digunakan sesuai petunjuk penggunaan.

Para petani bersama petugas penyuluh terlihat menyusuri area persawahan untuk mencari lubang tikus yang masih aktif. Lubang aktif biasanya ditandai dengan kondisi lubang yang bersih, terdapat jejak kaki tikus, serta masih tampak jalur keluar masuk hama di sekitar pematang sawah.

Ketua Kelompok Tani Barokah menyampaikan bahwa kegiatan Gerdal Tikus sangat penting dilakukan secara bersama-sama dan serentak agar hasilnya lebih maksimal. Menurutnya, serangan hama tikus dapat menyebabkan kerugian besar bagi petani apabila tidak segera ditangani sejak dini.

“Kalau pengendalian dilakukan sendiri-sendiri biasanya kurang efektif, karena tikus bisa berpindah ke lahan lain. Maka kegiatan seperti ini harus dilakukan bersama-sama agar populasi tikus bisa ditekan,” ujarnya.

Sementara itu, petugas dari BPP Pertanian Dampit juga mengimbau para petani agar rutin melakukan pengamatan terhadap kondisi sawah, terutama saat musim tanam dan masa pertumbuhan padi. Selain pengemposan, petani juga diharapkan menjaga kebersihan area pematang dan tidak membiarkan sarang tikus berkembang.

Kegiatan Gerdal Tikus ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara kelompok tani dan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan hasil produksi pertanian. Dengan adanya pengendalian hama secara rutin dan terpadu, diharapkan tanaman padi milik petani di Desa Jambangan dapat tumbuh lebih optimal dan terhindar dari ancaman serangan hama tikus.