Peran Aktif Fatayat NU Warnai Tahlil Akbar Jambangan, Lantunan Ayat Suci hingga Hadrah Menggema

  • Apr 24, 2026
  • Wahyu Cahyono
  • SOSIAL KEMASYARAKATAN , KEAGAMAAN

DAMPIT – Kegiatan tahlil akbar yang diselenggarakan oleh Fatayat dan Muslimat NU Ranting Jambangan pada Jumat, 24 April 2026 berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan nuansa religius. Bertempat di Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menampilkan peran aktif Fatayat NU dalam mengisi rangkaian kegiatan.
Fatayat NU sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama menunjukkan kontribusi nyata dalam menyukseskan acara tersebut. Sejumlah anggota Fatayat terlibat langsung dalam berbagai susunan acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga penampilan seni religi yang memperkuat suasana spiritual.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surat Ali Imran ayat 159 hingga 162 yang dibacakan oleh Asih Lestari, anggota Fatayat dari Anak Ranting Sumbersari. Bacaan tersebut menambah kekhidmatan acara dan menjadi pembuka yang memberikan nuansa religius yang mendalam bagi para jamaah yang hadir.
Tidak hanya itu, anggota Fatayat lainnya juga turut mengambil peran dalam menyanyikan sejumlah lagu kebangsaan dan lagu-lagu organisasi. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan sebagai bentuk penghormatan terhadap negara, diikuti dengan lagu Subhanul Wathon yang menjadi simbol semangat kebangsaan khas Nahdlatul Ulama.
Selain itu, Mars Muslimat dan Mars Fatayat juga dinyanyikan secara bersama-sama, mencerminkan semangat organisasi dan kekompakan antaranggota. Rangkaian penampilan tersebut dilengkapi dengan pembacaan sholawat Nahdliyah yang semakin memperkuat nuansa religius dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Seluruh rangkaian penampilan ini diiringi oleh grup hadrah Al Amin, yang dikenal aktif mengisi berbagai kegiatan keagamaan di wilayah Sumbersari dan sekitarnya. Iringan musik hadrah yang khas memberikan sentuhan estetika sekaligus memperdalam suasana spiritual dalam acara tahlil akbar tersebut.
Kehadiran hadrah Al Amin dalam kegiatan ini menjadi salah satu elemen penting yang mendukung kelancaran dan kekhidmatan acara. Dengan pengalaman mereka dalam berbagai kegiatan keagamaan, grup ini mampu menghadirkan iringan yang selaras dengan setiap rangkaian acara yang berlangsung.
Peran aktif Fatayat dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa organisasi perempuan muda NU tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan keagamaan. Keterlibatan mereka dalam berbagai aspek acara mencerminkan kapasitas dan kontribusi yang signifikan dalam menjaga tradisi keagamaan di tingkat lokal.
Selain sebagai ajang penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda Nahdliyin untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial keagamaan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat regenerasi organisasi serta menjaga keberlangsungan tradisi yang telah lama berkembang di tengah masyarakat.
Tahlil akbar yang digelar di Dusun Sumbersari ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Fatayat, Muslimat, dan elemen masyarakat lainnya mampu menciptakan kegiatan yang tidak hanya bermakna secara religius, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebersamaan, keagamaan, dan kecintaan terhadap tradisi terus terjaga dan berkembang. Fatayat NU sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama kembali menegaskan perannya dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya.