Semangat Hardiknas 2026, SD Negeri 3 Jambangan Gelar Upacara Bendera Tumbuhkan Semangat Nasionalisme
- May 02, 2026
- Abdilla Mahardika
- EDUKASI DAN LITERASI
Semangat Hardiknas 2026, SD Negeri 3 Jambangan Gelar Upacara Bendera Tumbuhkan Semangat Nasionalisme
Jambangan – Suasana pagi yang cerah menyelimuti halaman SD Negeri 3 Jambangan pada Sabtu, 2 Mei 2026. Tepat pukul 07.30 WIB, ratusan peserta didik dan dewan guru berkumpul untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme yang tinggi, diikuti oleh seluruh siswa SD Negeri 3 Jambangan serta siswa dari TK PGRI 6 Dampit.
Upacara tersebut menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air sejak usia dini. Halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar dan bermain, pagi itu berubah menjadi tempat yang sarat makna, di mana seluruh peserta upacara berdiri tegap, menunjukkan sikap hormat kepada Sang Merah Putih.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala SD Negeri 3 Jambangan, Bapak Cahyo Prawito. Dalam balutan pakaian rapi dan penuh wibawa, beliau memimpin jalannya upacara dengan khidmat. Sementara itu, pemimpin upacara dipercayakan kepada adik Alifa Istu Nur yang dengan percaya diri memandu seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Pasukan pengibar bendera yang terdiri dari tiga siswi terbaik, yakni Azahra Dzita, Putri, dan Kanza Yuniar, berhasil menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Dengan langkah tegap dan kompak, mereka mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan penuh kebanggaan, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta upacara.
Adik Kartika Paramita bertugas sebagai pembaca tata acara, membacakan susunan upacara dengan jelas dan teratur sehingga jalannya kegiatan berlangsung lancar. Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dilakukan oleh adik Intan dengan suara lantang dan penuh penghayatan, mengingatkan kembali nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Suasana semakin khidmat saat pembacaan doa yang dipimpin oleh adik Ik Adhafidz. Doa yang dipanjatkan menjadi harapan bersama agar dunia pendidikan di Indonesia semakin maju dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berakhlak mulia. Selanjutnya, pembacaan ikrar siswa oleh adik Ramadani menambah semangat seluruh peserta untuk terus belajar dan berprestasi.
Tak kalah penting, peran dirigen yang diemban oleh Yasmin Azka turut menyempurnakan jalannya upacara. Dengan gerakan yang tegas dan penuh semangat, ia memimpin lagu-lagu nasional yang dinyanyikan dengan penuh kebanggaan oleh seluruh peserta.
Dalam amanatnya, Bapak Cahyo Prawito menyampaikan pesan-pesan penting yang menjadi bekal bagi para siswa dalam menempuh pendidikan. Beliau menekankan bahwa siswa harus senantiasa menjaga kepatuhan dan rasa hormat kepada guru sebagai orang tua kedua di sekolah. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya meningkatkan semangat belajar demi meraih prestasi, serta selalu patuh kepada orang tua di rumah.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh siswa untuk saling menyayangi antar sesama teman. Dalam lingkungan sekolah, setiap siswa diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman dengan menghindari segala bentuk perundungan (bullying). “Kita semua adalah keluarga besar di sekolah ini. Saling menjaga, melindungi, dan menghargai satu sama lain adalah kunci terciptanya lingkungan belajar yang kondusif,” tegas beliau dalam amanatnya.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga menjadi refleksi bersama akan pentingnya pendidikan dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Kehadiran siswa TK PGRI 6 Dampit dalam kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antar lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.
Upacara berlangsung dengan tertib hingga selesai. Para peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab. Semangat kebersamaan dan nasionalisme terasa begitu kental, mencerminkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa semakin termotivasi untuk belajar dengan giat, menghormati guru dan orang tua, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang terdidik dan berkarakter.