Tahlil Akbar Muslimat Fatayat Desa Jambangan Himpun Santunan Rp45,855 Juta, Perkuat Ukhuwah dan Semangat Menuntut Ilmu

  • Jul 03, 2026
  • Wahyu Cahyono
  • SOSIAL KEMASYARAKATAN , KEAGAMAAN

JAMBANGAN, 3 Juli 2026 – Ratusan jamaah Muslimat dan Fatayat NU dari empat dusun di Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, menggelar Tahlil Akbar pada Jumat (3/7/2026) di Dusun Jegong RT 02 RW 01. Kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi warga Nahdlatul Ulama, tetapi juga menghadirkan pengajian kitab, santunan sosial, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Acara dihadiri jajaran pengurus MWCNU Dampit, di antaranya Muhtasyar MWCNU Dampit KH Gozali Khoirun Umam dan Rois Syuriah MWCNU Dampit KH Mashuri. Hadir pula Kepala Desa Jambangan Eko Budi Cahyono, para tokoh agama, pengurus Muslimat dan Fatayat, serta jamaah dari empat dusun di wilayah Desa Jambangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan grup hadrah Alfa Salam yang melantunkan sholawat sebagai pra-acara. Lantunan sholawat tersebut menciptakan suasana religius sekaligus mengajak jamaah memperbanyak kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebelum memasuki agenda inti.
Selanjutnya, jamaah bersama-sama mengikuti pembacaan tahlil yang menjadi tradisi keagamaan warga Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an (Qiraah) oleh sahabat Fatayat, Nur Fadilah, yang menambah kekhusyukan suasana.
Agenda berikutnya adalah pengajian kitab Fathul Qorib yang disampaikan oleh Ustad Muhammad Husni. Dalam kesempatan tersebut dibahas bab tentang air sebagai salah satu materi dasar dalam fikih ibadah. Kajian ini memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai pentingnya kesucian dan tata cara bersuci yang benar sebagai syarat sah berbagai ibadah.
Sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air dan organisasi, seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, Mars Muslimat NU, dan Mars Fatayat NU. Momen tersebut menjadi simbol bahwa semangat keagamaan berjalan beriringan dengan komitmen menjaga persatuan bangsa dan memperkuat organisasi.
Ketua panitia, Ibu Mustika, menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan sekaligus mengapresiasi partisipasi seluruh panitia, jamaah, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya acara dengan tertib dan lancar.
Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kyai Masduqi dari Ketapang. Dalam tausiyahnya dibahas pentingnya ilmu sebagai jalan untuk meraih ridha Allah SWT. Menuntut ilmu dipandang sebagai kewajiban yang harus terus dilakukan sepanjang hayat karena menjadi bekal utama dalam menjalankan ibadah, membangun akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain menjadi forum dakwah dan pengajian, kegiatan ini juga menjadi momentum kepedulian sosial melalui penyaluran santunan. Pada kesempatan tersebut diumumkan hasil penghimpunan dana santunan yang mencapai Rp45.855.000. Dana tersebut merupakan hasil partisipasi dan kepedulian jamaah yang nantinya disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan sesuai program sosial yang telah direncanakan.
Prosesi penyerahan santunan secara simbolis menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian jamaah. Kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga oleh Muslimat dan Fatayat NU di Desa Jambangan sebagai bagian dari penguatan ukhuwah Islamiyah.
Kepala Desa Jambangan, Eko Budi Cahyono, turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi atas konsistensi Muslimat dan Fatayat dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran organisasi perempuan Nahdlatul Ulama dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan keagamaan, menjaga kerukunan, serta mendukung berbagai kegiatan sosial di tingkat desa.
Pada akhir acara, Bu Zumaroh menyampaikan sejumlah pengumuman organisasi yang berkaitan dengan agenda Muslimat dan Fatayat berikutnya. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Hasan Saidi agar seluruh amal ibadah, kegiatan sosial, dan ikhtiar yang dilakukan mendapatkan keberkahan serta ridha Allah SWT.
Melalui penyelenggaraan Tahlil Akbar ini, Muslimat dan Fatayat NU Desa Jambangan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat persaudaraan antarwarga, meningkatkan semangat menuntut ilmu agama, sekaligus memperluas kepedulian sosial melalui penghimpunan dana santunan bagi masyarakat yang membutuhkan.