Lailatul Ijtima MWC NU Dampit di Masjid Al Hidayah Jambangan Berlangsung Khidmat, Bahas Pentingnya Tawasul dan Istighotsah

  • Jun 30, 2026
  • Wahyu CahyonoI
  • SOSIAL KEMASYARAKATAN , KEAGAMAAN

MALANG – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Al Hidayah, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, pada Senin malam Selasa (29/6/2026). Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Dampit kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima, yang dihadiri para ulama, pengurus NU, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta jamaah dari berbagai ranting di wilayah Kecamatan Dampit.
Kegiatan dimulai sejak pukul 17.30 WIB dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah di Masjid Al Hidayah sebagai pembuka rangkaian acara. Setelah itu, jamaah mengikuti agenda keagamaan yang menjadi ciri khas Lailatul Ijtima, mulai dari pembacaan istighotsah, doa, kajian kitab, hingga tausiyah keagamaan.
Istighotsah dipimpin oleh KH Syamsul Arifin, yang mengajak seluruh jamaah memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Suasana khusyuk tampak menyelimuti seluruh peserta yang mengikuti setiap rangkaian doa bersama.
Selanjutnya, pembacaan Doa Hijib Nashor dipimpin oleh KH Hasan Sayidi. Amalan tersebut menjadi bagian dari tradisi spiritual yang selama ini dijaga dalam lingkungan Nahdlatul Ulama sebagai ikhtiar memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan bagi umat, bangsa, serta daerah.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Irsyadus Syari yang dibawakan oleh KH Mashuri. Kajian kitab tersebut memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai nilai-nilai keislaman berdasarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi pedoman warga Nahdlatul Ulama.
Pada sesi sambutan, Muhammad Husni selaku takmir Masjid Al Hidayah sekaligus mewakili Pengurus Ranting NU Jambangan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Jambangan sebagai tuan rumah pelaksanaan Lailatul Ijtima. Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum mempererat hubungan antarjamaah sekaligus memperkuat syiar Islam di tingkat masyarakat.
Turut memberikan sambutan, Kepala Desa Jambangan, Eko Budi Cahyono, yang menyampaikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di wilayah desa. Menurutnya, kegiatan seperti Lailatul Ijtima memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.
Sementara itu, sambutan dari jajaran MWC NU Kecamatan Dampit disampaikan oleh Ustaz Samsul Muarif selaku Tanfidziyah MWC NU Dampit. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pentingnya menjaga kekompakan organisasi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta terus menghidupkan tradisi keilmuan dan amaliyah Nahdlatul Ulama di tengah perkembangan zaman.
Puncak acara diisi dengan pengajian yang mengangkat pembahasan mengenai pentingnya tawasul dan istighotsah dalam kehidupan seorang Muslim. Materi tersebut menekankan bahwa tawasul merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui wasilah orang-orang saleh, sedangkan istighotsah menjadi sarana memohon pertolongan Allah dengan memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar.
Kajian tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan para ulama sebagai bagian dari penguatan akidah, peningkatan kualitas ibadah, serta pembentukan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan umat, kemajuan organisasi Nahdlatul Ulama, kesejahteraan masyarakat Kecamatan Dampit, serta keberkahan bagi seluruh jamaah yang hadir.
Pelaksanaan Lailatul Ijtima MWC NU Kecamatan Dampit di Masjid Al Hidayah Jambangan kembali menunjukkan kuatnya tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat. Selain menjadi media mempererat silaturahmi antarwarga NU, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat, damai, serta berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan komitmen dalam menjaga persatuan umat terus terpelihara, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara