Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lingkungan RT 11, 12, 13 dan 14 RW 3 Dusun Sumbersari Membuka Safari Maulid Majelis Al Amin
- Sep 06, 2025
- Abdilla Mahardika
- KEAGAMAAN
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Sumbersari RW 3 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
Jambangan – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa di lingkungan Mushola Sholahuddin Al Hasan, Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, pada Sabtu malam Minggu, 6 September 2025. Ratusan warga dari berbagai kalangan berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang diselenggarakan oleh warga RT 11, 12, 13, dan 14 RW 3 ini sukses menarik perhatian masyarakat. Tercatat sekitar 700 jamaah muslimin dan muslimat dari Dusun Sumbersari dan sekitarnya hadir untuk bersama-sama mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat tali ukhuwah Islamiyah.
Kegiatan dimulai setelah sholat Isya berjamaah dengan pembacaan sholawat yang dibawakan secara merdu oleh Majelis Sholawat Al Amin. Lantunan sholawat menggema di lingkungan mushola, menciptakan suasana religius yang mengundang ketenangan hati sekaligus membangkitkan semangat cinta umat kepada Rasulullah SAW. Banyak jamaah yang tampak larut dalam bacaan sholawat, bahkan ikut bersuara mengikuti irama yang dipimpin majelis.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari panitia penyelenggara. Bapak Alih Prawoto, selaku perwakilan panitia, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang telah mendukung. Ucapan terima kasih juga khusus kami sampaikan kepada sahabat Banser yang sejak awal sudah mengawal kegiatan ini hingga berjalan dengan tertib dan lancar,” ujarnya. Sambutan ini mendapat tepuk tangan hangat dari jamaah yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras panitia.
Setelah itu, Kepala Desa Jambangan, Eko Budi Cahyono, ST, turut memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa bangga kepada warga Dusun Sumbersari, khususnya warga RW 3 dari RT 11, 12, 13, dan 14 yang dinilai sangat rukun, kompak, dan mampu menghidupkan tradisi keagamaan dengan baik. “Kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga. Tidak hanya dalam peringatan Maulid Nabi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat. Kerukunan adalah kunci kemajuan desa kita,” pesan beliau. Ucapan tersebut disambut penuh semangat oleh warga yang hadir.
Memasuki acara inti, seluruh jamaah menyimak tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Refan Purba. Dalam pengajian umumnya, beliau mengangkat tema tentang keutamaan membaca sholawat, sejarah kelahiran Baginda Rasulullah Muhammad SAW, serta pentingnya melaksanakan sholat berjamaah di masjid maupun mushola. Dengan bahasa yang lugas dan penuh makna, Ustadz Refan berhasil menarik perhatian jamaah. Ia menekankan bahwa memperingati Maulid Nabi bukan hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga sebagai sarana meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, beliau juga mengingatkan bahwa membaca sholawat bukan hanya ibadah yang ringan tetapi juga amalan yang memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW. Selain itu, beliau menekankan pentingnya menjaga kebiasaan sholat berjamaah sebagai bentuk kebersamaan umat Islam sekaligus memperkokoh iman.
Acara yang berlangsung lebih dari dua jam ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Refan Purba. Jamaah tampak khusyuk menengadahkan tangan memohon berkah, keselamatan, serta keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Sumbersari RW 3 tahun ini tidak hanya menjadi momentum memperingati sejarah kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga. Kehadiran ratusan jamaah yang memadati lingkungan mushola menjadi bukti nyata besarnya kecintaan masyarakat terhadap junjungan Nabi Muhammad SAW sekaligus kuatnya semangat menjaga tradisi keagamaan yang penuh makna.