Anggota DPRD kabupaten Malang, Rahmat Kartala Kunjungi Desa Jambangan, Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
- Apr 13, 2025
- Abdilla Mahardika
- UMKM DAN PARIWISATA
Rahmat Kartala Kunjungi Desa Jambangan, Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
Jambangan – Minggu, 13 April 2025
Semangat baru membuncah di tengah para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Malang, Rahmat Kartala, menjadi momen penting bagi Paguyuban UMKM Desa Jambangan dalam menggali potensi dan merancang strategi pengembangan usaha agar bisa naik kelas dan lebih berdaya saing.
Bertempat di rumah salah satu pegiat UMKM sekaligus PNS di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Ibu Ida Zuliana, diskusi berlangsung penuh antusias pada Minggu sore (13/04). Rahmat Kartala yang dikenal memiliki kepedulian terhadap pengembangan sektor UMKM, menyampaikan berbagai masukan, ide, dan dorongan semangat bagi pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Rahmat menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat desa. “Potensi UMKM di Desa Jambangan sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mengelola dan mengembangkannya agar bisa lebih dikenal dan diterima di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Diskusi yang digelar secara santai namun penuh makna ini dihadiri juga oleh perwakilan Pemerintah Desa Jambangan, Bapak Sabar Santoso, serta sejumlah pegiat UMKM seperti Ibu Niswatul Hamidah, Ibu Luluk, Ibu Luluk Farida, Bapak Imam Asfali, dan beberapa pelaku usaha lainnya. Mereka datang membawa harapan besar untuk kemajuan usaha mereka.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah rencana pembentukan struktur kepengurusan Paguyuban UMKM Desa Jambangan yang lebih lengkap dan resmi. Para anggota menyepakati pentingnya legalitas organisasi, yakni dengan mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kepala Desa sebagai bentuk pengakuan dan dukungan formal dari pemerintah desa.
“Legalitas ini penting, agar kami punya dasar untuk bergerak, mengakses pelatihan, bantuan, serta menjalin kemitraan dengan pihak luar,” kata Ibu Niswatul Hamidah yang aktif dalam kegiatan UMKM berbasis kerajinan tangan.
Ragam Produk UMKM Jambangan yang Kaya Potensi
Desa Jambangan memang dikenal memiliki beragam jenis produk UMKM yang menjanjikan. Di sektor kuliner, ada Kopi Srawung dan Kopi Grangsil yang dikenal karena cita rasanya yang khas dan menggunakan biji kopi asli dari lereng Gunung Semeru. Dua produk kopi ini mulai dilirik oleh pasar luar desa bahkan hingga ke kota-kota besar di Jawa Timur.
Tidak hanya kopi, ada pula Opak Gambir, makanan ringan tradisional yang digemari oleh berbagai kalangan. Proses produksinya masih menggunakan cara-cara tradisional yang mempertahankan rasa dan aroma khas. Selain itu, Tahu dan Tempe buatan warga Jambangan juga memiliki pasar tersendiri karena kualitas rasa dan kebersihannya yang terjaga.
Tak kalah penting, sektor kerajinan tangan pun menunjukkan geliat positif. Berbagai produk seperti tas anyaman, gantungan kunci, kerajinan dari limbah kain perca, hingga aksesoris rumah tangga buatan tangan mulai dikenal dan dikembangkan sebagai oleh-oleh khas desa Jambangan.
Rahmat Kartala mengapresiasi keberagaman produk UMKM ini dan menyarankan agar masing-masing pelaku usaha mulai berani mengembangkan merek, kemasan, dan promosi digital agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. “Desa Jambangan bisa jadi contoh desa berbasis UMKM yang mandiri. Tapi butuh sinergi dan semangat yang kuat dari semua elemen, termasuk pemdes, pelaku usaha, dan pendamping UMKM,” imbuhnya.
Bapak Sabar Santoso dari Pemdes Jambangan menyatakan kesiapan desa untuk memberikan dukungan melalui program-program pembinaan, fasilitasi perizinan, dan dukungan administratif lainnya. “Desa Jambangan sangat terbuka bagi warganya yang ingin maju, dan UMKM adalah salah satu prioritas kita,” ucapnya.
Penutup
Kegiatan diskusi bersama Rahmat Kartala ini menjadi titik awal yang menggembirakan bagi para pelaku UMKM Desa Jambangan. Dengan semangat gotong royong, penguatan kelembagaan, dan dukungan dari berbagai pihak, harapan untuk menjadikan UMKM Jambangan naik kelas bukanlah mimpi. Masyarakat kini tinggal melangkah lebih jauh, menata diri, dan terus berinovasi dalam mengembangkan potensi lokal yang ada.
"Saatnya UMKM Jambangan melangkah lebih maju, membawa nama desa hingga dikenal luas karena karyanya yang berkualitas."