Istighosah dan Tahlil Akbar Dusun Sumbersari: Perlunya Istiqomah Dalam Kebaikan Dan Taqwa Pesan Dari Kyai Isnandar
- Nov 16, 2025
- Abdilla Mahardika
- KEAGAMAAN
Istighosah dan Tahlil Akbar Rutin Muslimat–Fatayat NU Anak Ranting Dusun Sumbersari Berjalan Khidmat
Sumbersari, Jambangan — Kegiatan istighosah dan tahlil Akbar rutin Muslimat dan Fatayat NU anak ranting Dusun Sumbersari kembali digelar dengan penuh kekhidmatan pada Minggu Pahing, bertempat di kediaman Bu Gianti, RT 02 RW 01 Dusun Sumbersari. Kegiatan yang menjadi agenda bulanan ini telah lama menjadi tradisi spiritual warga setempat untuk memperkuat ikatan jamaah, memperdalam keimanan, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Sebagai tuan rumah, kegiatan ini dipimpin oleh Ibu Muriani selaku ketua jamaah. Pembina jamaah, Ibu Suparni, serta Ketua Anak Ranting Muslimat NU Dusun Sumbersari, Ibu Hartini, turut hadir untuk memantau dan mendukung jalannya acara. Seperti biasa, kegiatan berlangsung dengan susunan acara yang tertata rapi.
Acara dimulai dengan pembukaan yang diiringi lantunan sholawat dari Majelis Sholawat Al Amin. Suasana menjadi semakin syahdu ketika gema sholawat mengalun di seluruh ruangan, mengajak seluruh jamaah larut dalam zikir dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, acara inti dibuka oleh pembawa acara, Sahabat Nurul Istikhomah, yang dengan penuh ketenangan memandu jalannya kegiatan. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sahabat Tika Dwi Lestari menjadi rangkaian berikutnya, memberikan keteduhan bagi seluruh peserta yang hadir.
Memasuki sesi sambutan, Ibu Suparni selaku pembina jamaah istighosah dan tahlil Akbar memberikan pesan penting tentang pentingnya istiqomah dalam mengikuti kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa istighosah bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana memperkuat hati dan jiwa agar selalu dekat dengan Allah SWT.
Dalam sambutannya, Ibu Suparni juga menyampaikan laporan perkembangan dana pentong koin kemandirian NU yang menjadi salah satu program penting jamaah. Hingga hari ini, dana yang berhasil dihimpun untuk pembelian tanah pemakaman umum mencapai Rp 55.000.000. Dana tersebut tidak hanya ditujukan untuk pembebasan lahan, tetapi juga dipakai untuk menyediakan peralatan kematian bagi warga Dusun Sumbersari, sehingga kebutuhan darurat bagi keluarga yang ditinggalkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Beliau juga memberikan laporan mengenai upaya gotong royong warga dalam membantu keluarga yang tengah memperbaiki area makam yang mengalami longsor beberapa waktu lalu. Menurutnya, kebersamaan warga dalam menangani permasalahan tersebut merupakan cerminan solidaritas yang patut dipertahankan. Terakhir beliau mengucapkan terimakasih kepada anggota Banser desa Jambangan yang selalu hadir membantu panitia dan mengawal kegiatan keagamaan di desa Jambangan.
Sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan pemerintah Desa Jambangan, yaitu Bapak Winarto, staf Kaur Kesra. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama warga dalam perbaikan tanah longsor di area pemakaman seminggu sebelumnya. Beliau menegaskan bahwa dukungan warga sangat berarti dalam penanganan darurat dan menjaga keberlangsungan fasilitas umum.
Bapak Winarto juga mengajak jamaah untuk mendoakan almarhum Kyai Muslihin, tokoh agama yang wafat pada Rabu lalu. Menurutnya, almarhum adalah sosok ulama yang memiliki pengaruh besar bagi Desa Jambangan, baik dari sisi pendidikan keagamaan maupun pembinaan masyarakat sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam.
Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan pesan dari Kepala Desa Jambangan, Bapak Eko Budi Cahyono, ST. Melalui pesan tersebut, warga diimbau untuk senantiasa menjaga lingkungan masing-masing, terutama pada musim hujan dengan intensitas tinggi. Beliau menekankan pentingnya memastikan saluran air tetap berfungsi baik agar risiko banjir dan kerusakan jalan dapat diminimalkan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Kyai Isnandar dari Turen. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan tiga pesan utama yang menyentuh dan penuh makna. Pertama, beliau menekankan pentingnya istiqlal atau kemandirian dalam berjamaah, baik dalam ibadah rutin maupun kegiatan seperti istighosah dan tahlil Akbar. Menurut beliau, kekuatan jamaah terletak pada semangat kebersamaan dan kemandirian dalam beribadah.
Kedua, Kyai Isnandar mengajak jamaah untuk senantiasa bersedekah sebagai bekal di akhirat. Sedekah, menurutnya, bukan hanya memberikan manfaat kepada orang lain, tetapi juga menjadi tabungan kebaikan bagi diri sendiri.
Ketiga, beliau mengingatkan pentingnya memanfaatkan usia yang diberikan Allah untuk melakukan hal-hal positif. Waktu hidup, ujarnya, adalah amanah yang harus dijaga dengan melakukan perbuatan yang membawa dampak baik bagi keluarga dan lingkungan.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan hingga akhir. Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan warga Dusun Sumbersari semakin solid, religius, dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi dalam menjaga nilai-nilai keagamaan maupun kehidupan sosial bermasyarakat.
Kegiatan istighosah dan tahlil Akbar ini tidak hanya menjadi wadah ibadah, tetapi juga ruang untuk memperkuat kepedulian sosial, komunikasi warga, serta meningkatkan kualitas spiritual masyarakat Sumbersari. Dengan terus menjaga istiqomah, jamaah berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung dan membawa keberkahan bagi seluruh warga.