Tradisi Bungkus Kayu Blandar dengan Bendera Merah Putih: Simbol Nasionalisme dalam Pembangunan Rumah di Indonesia

  • May 02, 2025
  • FERINDA ARIS SUZANDI
  • TRADISI DAN BUDAYA

Di berberbagai daerah di Indonesia, terutama di Jawa, terdapat tradisi unik dalam proses pembangunan rumah, yaitu membungkus kayu blandar—komponen utama kerangka atap rumah—dengan bendera Merah Putih. Tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan sarat akan makna filosofis dan simbolisme yang mendalam.

Penggunaan bendera Merah Putih dalam tradisi ini melambangkan keberanian (merah) dan kesucian (putih), yang merepresentasikan semangat dan niat tulus dalam membangun rumah tangga. Selain itu, dalam konteks budaya Jawa, warna merah dan putih juga diasosiasikan dengan gula merah dan nasi putih, simbol dari kesejahteraan dan kehidupan yang harmonis.

Pemasangan bendera pada titik tertinggi rumah yang sedang dibangun juga mencerminkan harapan agar rumah tersebut menjadi tempat yang kokoh, makmur, dan penuh berkah. Hal ini sejalan dengan tradisi "munggah molo" atau "masang blandar", yang merupakan prosesi menaikkan kerangka atap rumah sebagai simbol awal kehidupan baru.

Meskipun zaman terus berubah, tradisi ini masih dilestarikan oleh masyarakat di berbagai daerah, seperti di Demak dan Wuluhan. Mereka percaya bahwa tradisi ini membawa keberkahan dan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta semangat nasionalisme.

Tradisi membungkus kayu blandar dengan bendera Merah Putih dalam pembangunan rumah merupakan perpaduan antara nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan nasionalisme. Ini menunjukkan betapa masyarakat Indonesia menghargai warisan budaya dan menjadikannya sebagai bagian integral dalam kehidupan sehari-hari.